Cuplikan Chapter ini
Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanyaNamun bukan sunyi yang kosongMelainkan sunyi yang penuh dengan pikiranKandek duduk sendiri di dalam kamarnyaLampu redup menyinari wajahnya yang terlihat tenang namun sebenarnya dipenuhi oleh perasaan yang sulit dijelaskanUntuk pertama kalinyaIa benar-benar memikirkan semuanyaTentang WahyuTentang AdiTentang dirinya sendiriApa yang sebenarnya aku rasakan bisiknya pelanIa memejamkan mataDan satu per satu bayangan itu muncul