Cuplikan Chapter ini
Hari itu berjalan begitu pelanNamun bukan karena waktu melambatMelainkan karena mereka menikmatinyaSetiap detikSetiap momenTanpa ingin terburu-buruKandek duduk di teras seperti biasaNamun kini kesunyian bukan lagi sesuatu yang ia rasakanKarena bahkan dalam diamHatinya terasa penuhTidak lama kemudianWahyu datangDengan langkah ringan seperti biasanyaAssalamualaikum NekWaalaikumsalam Wahyu jawab Kandek dengan senyum hangatHari itu Wahyu tidak banyak bicara