Cuplikan Chapter ini
Malam itu datang dengan tenang Suara jangkrik bersahut-sahutan dari balik pepohonan sementara angin lembut berhembus membawa aroma tanah basah dan bunga yang masih menempel embun sore Kandek duduk di beranda rumahnya secangkir teh hangat di tangan Lampu minyak menebar cahaya lembut menciptakan bayangan hangat di wajahnya Ia menatap jalan setapak di depan rumah menunggu langkah yang sudah lama ia nantikan Tidak lama kemudian suara langkah ringan terdengar dari arah gerbang rumah Wa