Cuplikan Chapter ini
Hari itu terasa lebih panjang dari biasanyaBukan karena waktu benar-benar melambatNamun karena ada yang berbedaUntuk pertama kalinya sejak semua itu dimulaiWahyu tidak datang di pagi hariKandek duduk di teras seperti biasaSecangkir teh hangat di tangannyaNamun kali iniTidak ada suara langkah kaki yang ringanTidak ada sapaan ceria yang ia tunggu-tungguHanya suara anginDan kesunyian yang perlahan kembaliKandek mencoba tersenyumMungkin dia sibuk gumamnya pelanNam