Cuplikan Chapter ini
Senja itu datang dengan lembutLangit berwarna jingga keemasan seolah memeluk hari yang perlahan pergi Di teras rumah sederhana yang sudah lama ditempati Kandek duduk sendiri ditemani secangkir teh hangat yang uapnya menari pelan di udaraUsianya memang tidak lagi mudaTujuh puluh tahun telah ia lewati dengan segala cerita yang pernah ia simpan dalam diamNamun di matanya masih tersisa cahaya yang hangatCahaya seseorang yang pernah mencintai dengan sepenuh hatiHari itu seharusn