Cuplikan Chapter ini
Pagi itu datang dengan suasana yang tenangNamun di dalam hati Kandek ada sesuatu yang terus bergerak perlahanBukan kegelisahanBukan pula kebingunganMelainkan perasaan yang semakin hidupIa berdiri di depan cermin kecil di kamarnyaMemperhatikan wajahnya yang telah dipenuhi garis usiaNamun entah kenapaHari itu ia tersenyum lebih lama dari biasanyaSeolah ada sesuatu yang membuatnya merasa berhargaDan ia tahu perasaan itu datang bukan dari dirinya sendiriNamun dari dua