Cuplikan Chapter ini
Hari-hari terus berjalanNamun bagi Kandek waktu tidak lagi terasa lambat seperti duluSetiap hari kini memiliki artiSetiap momen terasa hidupDan semuanya karena kehadiran dua orang yang mengisi ruang hatinya dengan cara yang berbedaPagi itu udara terasa sedikit lebih dinginAngin berhembus pelan membawa suasana yang tenang namun senduKandek duduk di teras memeluk dirinya sendiri mencoba menghangatkan tubuhnyaNamun sebenarnyaYang ia butuhkan bukan hanya kehangatan tubuh