Cuplikan Chapter ini
Sore hari tiba dengan cahaya lembut yang menembus dedaunan membuat halaman rumah Kandek tampak berkilau keemasan Suara burung dan angin yang menyapa daun-daun menambah suasana damai Kandek duduk di teras sementara Wahyu dan Adi sibuk menyiapkan tempat duduk dan teh hangat Mak Kandek aku sudah buatkan teh favoritmu kata Wahyu sambil menaruh cangkir di dekatnya Matanya berbinar dan senyumnya menular membuat hati Kandek terasa ringan Adi menyodorkan sepiring kue kering buatan sendi