Cuplikan Chapter ini
Malam semakin larut Cahaya lampu minyak menyorot lembut halaman rumah menebar bayangan hangat di wajah Kandek Wahyu dan Adi Suara jangkrik dan angin malam seakan menjadi musik pengiring menambah kesunyian yang nyaman Kandek duduk di tengah tangan mereka bersentuhan dengan lembutsatu di tangan Wahyu satu di tangan Adi Wahyu menyandarkan kepalanya sebentar di bahu Kandek senyum kecil terlukis di wajahnya Mak Kandek rasanya seperti waktu berhenti saat aku bersamamu katanya pe