Cuplikan Chapter ini
Senja di desa datang perlahan menebar cahaya jingga ke seluruh halaman rumah kayu Kandek Aroma tanah basah setelah hujan sore masih tersisa menyatu dengan wangi bunga liar yang mulai mekar di tepi jalan setapak Kandek duduk di beranda menatap langit yang berubah warna sambil menyesap teh hangatLangkah ringan terdengar dari arah gerbang Wahyu muncul membawa sekeranjang buah segar dari kebun Matanya berbinar melihat Kandek duduk tenangSelamat sore Mak Kandek sapanya dengan sen