Cuplikan Chapter ini
Pagi di desa datang perlahan membawa udara segar dan cahaya lembut yang menembus jendela rumah kayu Kandek Suara burung berkicau dan aroma tanah basah membuat halaman rumah terasa hidup Kandek membuka mata merasakan tangan hangat Wahyu di satu sisi dan Adi di sisi lain Selamat pagi Mak Kandek sapa Wahyu sambil menariknya ke pelukan Bahunya menempel ke dadanya dan senyum ceria Wahyu langsung menular Kandek menutup mata sejenak membiarkan pelukan itu menenangkan hatinya Adi me