Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
LOCKDOWN
Suka
Favorit
Bagikan
17. Watch Over (Part 2)
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

13. INT. SAFE HOUSE. RUANG INTEROGASI - SIANG

Sasha sedang menginterogasi Tomy.


SASHA

Reffrain bilang kamu yang bantu dia kabur. 


TOMY

Iya. 


SASHA

(melihat Tomy)

Kamu tau tentang Lox?


TOMY

Mereka nggak pakai nama itu waktu transaksi. 


SASHA

Jadi orang baru ya?


TOMY

Ya. 


SASHA

Reffrain berharap kamu bebas dari hukuman. 
Tapi saya punya beberapa pertanyaan yang harus kamu jawab.


Tomy menunggu kata-kata selanjutnya dari Sasha.


SASHA (CONT'D)

Ada berapa orang yang satu mobil sama kamu tadi?


TOMY

Empat. 


SASHA

Siapa aja?


TOMY

Dua penjaga, satu sopir, Reffrain.


SASHA

Sopirnya, pakai baju warna apa?


TOMY

Biru.


SASHA

Apa dia pakai jam tangan?


TOMY

(hampir tertawa)

Mana aku tau?


SASHA

Apa di mobil ada gantungan boneka lumba-lumba?


TOMY

Maksudnya di depan?


SASHA

Ya?


Tomy mencoba mengingatnya.


DISSOLVE TO Flashback :


14. EXT. JALAN RAYA. MOBIL TIM SASHA - SIANG


POV TOMY : Daerah di dekat sopir. Tidak ada gantungan apa pun.


FADE OUT & FADE IN :


TOMY

Nggak ada. 


SASHA

(mengangguk)

Tissue?


TOMY

Memang apa hubungannya sama Elevenium?


SASHA

Jawab aja.


TOMY

(mengalihkan pandangan sebentar)

Ada.


SASHA

Warnanya?


TOMY

Tissue itu putih.


SASHA

Maksud saya warna bungkusnya?


TOMY

(mengingatnya sebentar, lalu kembali melihat Sasha)

Merah.


Sasha mengangguk.


TOMY (CONT'D)

Benar atau salah?


SASHA

Kamu tau jawabannya, kan?


Tomy tidak habis pikir.


SASHA (CONT'D)

Saya yang beli tissuenya.
Kamu barusan bohong, kan?


Tomy tidak menjawab. 


SASHA (CONT'D)

Kalau sikap kamu lebih baik saya bisa pertimbangkan permintaan Reffrain.


TOMY

Saya bersalah.
Saya terima sekalipun harus dihukum.


Sasha agak tersentak, tapi bisa memahami.


CUT TO : 


15. INT. APARTEMEN DEVA - MALAM

Lucky mencari informasi tentang Black Nova Project di internet.


LUCKY

Nggak ada satu pun data tentang Black Nova Project.
Mungkin bener proyek rahasia.


Deva memikirkannya, lalu teringat sesuatu.


DEVA

Ky ....

(menghampiri Lucky)

Cari tau panggilan telfon, atau pesan apa pun punya Dokter Harris di tahun 2025.

(mencoba mengingat)

September 2025.


LUCKY

Oke.

(melihat ke layar laptop, lalu kembali melihat Deva)

Kakak pikir ini ada hubungannya sama kematian ayah Reffrain?


DEVA

(mengangguk)

Kita cari tau.


SFX : Dering ponsel Deva.


Deva melihat siapa yang menelepon, lalu menjawab panggilan itu.


INTERCUT WITH :


16. EXT. JALAN RAYA. MOBIL SASHA - MALAM


SASHA

(menyetir mobil sambil berbicara di telepon)

Lo di apartemen?


DEVA

Iya.


SASHA

Gue ke sana sekarang.


DEVA

Oke.


Sasha mengakhiri panggilannya. Deva melihat ponselnya, lalu Lucky yang masih melihatnya.


CUT TO :


17. INT. GEDUNG APARTEMEN. LIFT - MALAM

Pintu lift baru saja terbuka. Lucky keluar dari lift, menuju lobby.

Lucky tersentak melihat Reffrain dan Tomy ada di dekat Sasha.


SASHA

Hai!

(menghampiri Lucky)


Reffrain dan Tomy mengikuti di belakang.


LUCKY

Hai, Kak. 

(tersenyum melihat Sasha, lalu Reffrain dan Tomy)

Ayo!

(mengajak naik lift)


Mereka menunggu sebentar, lalu masuk ke dalam lift.


CUT TO :


18. INT. GEDUNG APARTEMEN. LIFT - MALAM


SASHA

Kenapa kamu yang disuruh turun?
Kakinya udah nggak sakit?


LUCKY

(tersenyum sebentar melihat Sasha)

Ya ... sakit, tapi harus dilatih.
Bosen juga di kamar terus.


Reffrain melihat kaki Lucky, lalu Lucky.


CUT TO : 


19. INT. GEDUNG APARTEMEN. LORONG DEPAN LIFT - MALAM

Lucky, Sasha, Reffrain dan Tomy baru saja keluar dari lift, berjalan menuju apartemen Deva. Tapi Reffrain mengamati cara berjalan Lucky yang berbeda dari biasanya. 


REFFRAIN

Kaki kamu kenapa?


Lucky melihat Reffrain, berhenti di depan pintu apartemen Deva, lalu beralih membuka pintu menggunakan kartu di tangannya, lalu mempersilakan Sasha dan Tomy masuk lebih dulu. 


LUCKY

Kecelakaan kecil.


SASHA

(melihat Lucky, lalu duduk di sofa diikuti Tomy)

Kuat juga segitu dibilang kecil.


REFFRAIN

Apa ini ada hubungannya sama aku kemarin?


CUT TO :


20. INT. GEDUNG APARTEMEN. APARTEMEN DEVA - MALAM

Lucky meminta Reffrain untuk masuk lebih dulu. Reffrain akhirnya masuk. Lucky menyusul, lalu menutup pintu dari dalam. 


LUCKY

Sebenernya aku mau kasih tau Kak Andien kalau ada yang mau nembak dia dari jauh ....


Reffrain tersentak mendengarnya, merasa bersalah melihat Lucky.


LUCKY (CONT'D)

Untung dia nggak kenapa-napa.


REFFRAIN

Kamu ketembak?


LUCKY

(mengangguk ragu)

Trus mereka bawa kamu—


Reffrain memeluk Lucky. Lucky tersentak.


REFFRAIN

Maaf ....
Gara-gara aku ....

(matanya berkaca-kaca)


Lucky lalu melihat Deva yang baru datang di ruang tengah, terenyak melihatnya.


LUCKY

I ... iya udah nggak apa-aapa kok.

(melepaskan pelukan Reffrain)


Reffrain menyeka air matanya yang baru saja keluar.


LUCKY (CONT'D)

(agak panik melihat Reffrain)

Beneran udah baikan kok. 


Reffrain masih meneteskan air mata. Sasha dan Tomy juga melihatnya. Tomy lalu mengalihkan pandangan, melihat keadaan di sekitarnya.


SASHA

Mana Andien?

(lalu melihat Deva)


DEVA

(lalu melihat Sasha)

Di apartemennya.


Sasha mengangguk mengerti, sementara Lucky mengajak Reffrain duduk, bergabung dengan yang lain. Reffrain mengusap air mata, masih sedih. 

Sasha terenyak, menekan perasaan bersalah saat melihatnya.


CUT TO :


21. EXT. APARTEMEN DEVA. BALKON - MALAM

Sasha dan Deva berdiri di balik pagar.

Sasha melihat ke arah Reffrain yang ada di dalam ruangan.

POV SASHA : Reffrain sedang melihat Lucky yang berusaha menghiburnya dengan menjelaskan sesuatu, sementara Tomy duduk bersandar di sofa sambil memainkan kuku tangannya.


SASHA

Makasih udah jaga dia.

(lalu melihat pemandangan kota)


DEVA

(melihat Sasha sebentar)

Sekarang lo percaya dia nggak bersalah?


SASHA

Kalau nggak dia pasti masih di safe house.

(lalu melihat Deva)


DEVA

Ya ....

(mengalihkan pandangan)

Cuma mau pastiin aja.


SASHA

Gue mau buat tim khusus buat masalah ini.


DEVA

Gue pikir ini udah selesai?

(melihat Sasha)


SASHA

Reffrain sempat lihat Cahyadi di rumah Archen.


DEVA

Cahyadi??


SASHA

Cahyadi Tri Wicaksono. 
Direktur Utama EOMA.

(melihat Deva)

East Ocean Mineral Archipelago.

(menekankan setiap kata)


DEVA

Gue tau nama PT nya aja.
Jadi ... dia kenal Archen?


SASHA

(mengangguk)

Mereka di bidang yang sama.
Tapi lo tau kan tentang airport-nya?

(lalu melihat Deva)

Gimana tertutupnya mereka.


Deva mengingatnya, sementara Sasha mengalihkan pandangan. 


SASHA (CONT'D)

Waktu Lox dapat Helikopter semudah itu, 
Entah kenapa gue keinget satu nama. 

(jeda)

Dia punya motif yang kuat, tapi rasanya nggak mungkin segegabah itu.

(jeda)

Nggak mungkin juga ambil risiko yang memperkuat isu sekarang.
Karena kalau terbukti ....
Sama aja dengan pernyataan perang.

(lalu melihat Deva)


DEVA

Perang itu ada kalau dua pihak berseberangan.

(lalu melihat Sasha)

Tapi kalau sepaham?


SASHA

(tersenyum)

Mulai lagi. 


DEVA

(hampir tertawa, mengalihkan pandangan)

Nggak. Lo yang mulai ....
Lo yang curiga sama dia, kan?
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)