Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
LOCKDOWN
Suka
Favorit
Bagikan
16. Episode 5 : Watch Over (Part 1)
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

LOCKDOWN

EPISODE 5 : Watch Over


FADE IN :


1. EXT. JALAN RAYA. MOBIL DEVA - MALAM 

Deva sedang menyetir mobil, sementara Andien dan Lucky duduk di belakang. 


LUCKY

(sibuk dengan laptopnya)

Kak ... ada tagihan masuk dalam jumlah besar ke emailnya.


DEVA

Tagihan?
Tagihan apa?


ANDIEN

(ikut melihat laptop Lucky, bergumam)

Ringkasan pembayaran ....

(jeda)

Dia punya pinjaman ke bank.


LUCKY

120 juta!


Deva memikirkannya sambil menyetir.

Lucky kembali sibuk dengan laptopnya. 


LUCKY

+49 kode negara apa? 


Andien ikut melihat. 


LUCKY

Chatnya mencurigakan. 

(membuka tab baru untuk mencari)

49 ....
Jerman?

(lalu melihat Andien)


LUCKY

(kembali membuka pesan di laptop) 

Mereka ngomongin soal Black Nova Project.


Deva masih mendengarkan, memikirkannya sambil menyetir.

Lucky mencoba membuka satu file.


LUCKY 

(terlihat frustrasi)

Butuh otentikasi langsung.
Face recognition. 

(lalu melihat Deva)


DEVA

Nggak bisa diakalin? 


Lucky menghela napas sejenak, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. 


LUCKY 

(terenyak)

Sistem 3D, bakal susah banget. 


Andien terenyak memikirkan sesuatu. 


CUT BACK TO :


2. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS - MALAM


SFX : Suara pintu yang dibuka menggunakan kunci. 


Reffrain dan Tomy saling lihat.

Dokter Harris masuk ke dalam rumah, mengedarkan pandangan ke sekitar.


CUT TO : 


Dokter Harris berjalan menuju ruang tengah. 


REFFRAIN

Maafin aku congkel pintu belakang.


Dokter Harris tersentak melihat Reffrain, lalu Tomy. 


DOKTER HARRIS

Aku lupa nggak ngasih kamu kuncinya ya?


REFFRAIN

Ya. Seenggaknya koordinatnya cukup jelas. 


DISSOLVE TO FLASHBACK (Episode 3 Scene 34) :


POV REFFRAIN : Tulisan di kertas yang ada di tangan Reffrain : Deretan angka dan huruf yang jadi koordinat lokasi rumah/Lab. Dokter Harris.


FADE OUT & FADE IN :


3. EXT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS. TAMAN - MALAM

Dokter Harris mengajak Reffrain melihat deretan tanaman Aether Bloom yang berwarna kebiruan di taman.


DOKTER HARRIS

Sejauh ini cuma bisa mengatasi gangguan tidur. 
Cukup dengan menghabiskan waktu di sekitar tanaman ini pagi atau sore sebelum matahari tenggelam ....

(lalu melihat Reffrain)

Anggap aja Aether Bloom seperti program Laras Cakra versi alami.
Bedanya ... ini menyasar sistem tubuh yang terkait gen pengatur tidur.


REFFRAIN

Laras Cakra itu apa?


TOMY

Program rahasia pemerintah ....
Target pelaku ledakan di Jakarta.


REFFRAIN

(heran)

Program rahasia?


DOKTER HARRIS

Kamu belum tau?


Dokter Harris beralih ke ruang tengah, menyalakan TV, mencari satu channel berita, lalu memutar video tentang Laras Cakra.

Reffrain dan Tomy menyusulnya, menonton video itu.


BCU : Layar TV yang menampilkan YouTube News


HOST

Pemerintah memberikan klarifikasi terkait keberadaan fasilitas Laras Cakra yang diduga bisa memengaruhi emosi manusia menggunakan sinyal ELF.
ELF atau Extremely Low Frequency adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi sangat rendah, sekitar 3-30 Hz. Biasanya digunakan untuk komunikasi jarak jauh seperti dengan kapal selam bawah air, karena bisa menembus air dan tanah dengan baik. 
Namun, ELF jenis ini—yang disebut ELF-Neural, dibuat khusus dengan pola modulasi unik yang disesuaikan dengan rentang frekuensi gelombang otak manusia, sehingga mampu berinteraksi secara terarah dengan aktivitas sistem saraf pusat.
Dalam video berdurasi 10 menit yang diunggah oleh akun bernama Lox disebutkan bahwa sinyal ELF-Neural bisa mengendalikan pikiran dan emosi manusia dari jarak jauh. 
Jika dikaitkan dengan banyaknya demonstrasi yang bersifat anarkis, hal ini tentu sangat menguntungkan pemerintah. Dengan adanya pemikiran yang lebih terkendali, diharapkan bisa mengurangi kerusakan materiil serta citra pemerintah sendiri di mata masyarakat. 


DOKTER HARRIS

Pelakunya tertangkap kemarin malam.


Reffrain melihat Dokter Harris. 


DOKTER HARRIS 

Lox ....


Reffrain lalu melihat Tomy yang juga melihatnya.

Reffrain kembali melihat TV.


POV REFRRAIN : LAYAR TV 


JURU BICARA KOMINFO

Kami ingin menyatakan dengan tegas bahwa informasi tersebut sangat tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta sama sekali. Pemerintah tidak pernah dan tidak akan melakukan upaya untuk memengaruhi emosi atau pikiran masyarakat melalui teknologi apapun, termasuk sinyal elektromagnetik.


REFFRAIN

Tapi Om tadi kelihatan yakin banget soal itu?


DOKTER HARRIS

(tersentak, kembali melihat Reffrain)

Yah, mungkin termakan Hoax.
Karena aku lihat sendiri videonya sebelum di-take down, 
Dan itu cukup masuk akal. 


CUT TO :


4. EXT. JALAN DI DEPAN RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS. MOBIL DEVA - MALAM

Mobil Deva baru sampai di jalan di depan rumah/Lab. Dokter Harris.

Deva lalu melihat Lucky yang sibuk dengan laptopnya.


LUCKY

(meretas CCTV)

Itu mereka.

(menunjukkan satu rekaman CCTV di dalam rumah Dokter Harris pada Andien dan Deva)


POV DEVA : Layar CCTV : Reffrain, Dokter Harris, dan Tomy ada di ruang tengah. 


Lucky memperbesar gambar Reffrain, lalu melihat Deva. Deva mengambil ponsel lalu menelepon Sasha. 


DEVA

(berbicara di telepon)

Halo, Sha.
Lo di mana? 

(jeda)

Bisa ke sini sekarang? 

(jeda)

Reffrain.

(mengalihkan pandangan)

Gue kirim teknisnya. 

(hampir tertawa)

Bukan gitu maksudnya ....

(lalu melihat Andien yang juga melihatnya)

Oke.

(lalu mengakhiri panggilan itu)


Deva melihat Andien yang kini mengamati rumah Dokter Harris. Dia tersenyum sejenak, lalu memberikan ponselnya pada Andien. 


DEVA

Jelasin rencana lo. 


Andien mengambil ponsel Deva, lalu mulai mengetik pesan. 


CUT TO :


5. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS - PAGI 

ESTABLISH : Rumah Dokter Harris. 


Dokter Harris membuka atap taman, menyalakan sistem pengairan tanamannya. 

Dia lalu menyeduh secangkir kopi. 


SFX : Denting bel.


Dokter Harris beranjak menghampiri monitor CCTV. Dia heran melihat ada dua laki-laki berbadan tegap dengan pakaian casual berdiri di depan pintu utama.

Dokter Harris bergegas mengetuk pintu kamar Reffrain.


CUT TO :


6. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS. KAMAR REFFRAIN - PAGI

Reffrain terbangun, terlihat masih mengantuk. 


SFX : Suara ketukan pintu.


Reffrain melihat pintu kamar.


SFX : Denting bel rumah terdengar dari jauh. 


CUT BACK TO :


Reffrain baru saja membuka pintu, melihat wajah cemas Dokter Harris. 


DOKTER HARRIS 

Di luar ada orang. Kamu sembunyi dulu.


REFFRAIN

Hmmh? Di mana?

(masih mengantuk, melihat Dokter Harris)


CUT TO : 


7. EXT. DEPAN RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS - PAGI 

Anggota Tim Sasha saling lihat, lalu pintu di depan mereka terbuka. 


DOKTER HARRIS

(melihat Tim Sasha penuh tanya)

Maaf, ada apa ya?


TIM SASHA 1

Kami mau tanya alamat ....

(memberikan satu kertas bertuliskan alamat pada Dokter Harris)

Katanya di sekitar sini.


Dokter Harris membaca tulisan itu, sementara Tim Sasha 2 melumpuhkan Dokter Harris menggunakan Tasser.


CUT TO :


8. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS. GUDANG DEKAT TAMAN - PAGI

Reffrain samar-samar mendengar teriakan Dokter Harris. Dia tercekam, memikirkan sesuatu.


SFX : Suara langkah kaki yang menaiki tangga.


Reffrain masih mendengarkan. 


INTERCUT WITH :


9. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS. DEPAN GUDANG DEKAT TAMAN - PAGI

Sasha melangkah menuju gudang.

Reffrain mengatur napas dengan hati-hati, masih mendengarkan. Daun pintu di sampingnya bergerak. Tapi pintu tidak bisa terbuka karena dikunci dari dalam.


SASHA

Reffrain! Aku tau kamu di dalam.


Reffrain tersentak mendengar suara Sasha. 


SASHA (CONT'D)

Kami nggak akan nyakitin kamu ataupun teman kamu. 


TIM SASHA (O.S)

Ada orang di kamar mandi lantai dua, pintunya dikunci.


SASHA

(merespon timnya melalui ear mic)

Tunggu dulu.

(kembali melihat pintu gudang)

Reffrain, kami bisa aja merusak pintunya. 
Tapi jauh lebih baik kalau kamu yang buka. 


Reffrain masih bersedekap sambil memikirkan sesuatu. 


SASHA (CONT'D)

Kalau nggak percaya kami, kamu bisa percaya Deva.
Kamu yang kirimi dia pesan, kan?
Dia di luar.
Mungkin kamu mau berterima kasih?


Reffrain terenyak.


SASHA

(melihat jam di tangannya sebentar)

Saya kasih waktu satu menit—


Tiba-tiba pintu gudang terbuka. Reffrain masih bersembunyi di baliknya. 

Sasha menghela napas melihatnya.


CUT TO : 


10. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS. DEPAN KAMAR MANDI LANTAI 2 - PAGI


REFFRAIN

Tomy, kita aman, buka pintunya. 


Tomy membuka pintu kamar mandi, melihat Reffrain, lalu Sasha dan tim yang berjaga di belakangnya.


REFFRAIN

Mulai sekarang kita punya bodyguard.


Sasha tidak habis pikir melihat Reffrain.


CUT TO :


11. INT. RUMAH/LAB. DOKTER HARRIS - PAGI

Dokter Harris baru saja siuman, dia melihat laki-laki dengan masker hitam menoleh ke arahnya.

Dokter Harris panik saat tahu tangan dan kakinya terikat. 

Orang itu segera menahan wajah Dokter Harris agar melihat satu arah.


POV DOKTER HARRIS : Pemindaian wajah sedang berlangsung di ponselnya.


Dokter Harris terbelalak melihat Folder Black Nova Project terbuka.


CUT TO :


12. INT. SAFE HOUSE. RUANG INTEROGASI - SIANG

Sasha sedang menginterogasi Reffrain. Dia menunjukkan salinan Surat Perjanjian Black Nova Project pada Reffrain. 


SASHA

Kamu tau soal ini?


REFFRAIN

(menggeleng, masih melihat surat itu)

Ini apa?


SASHA

Kami dapat dari ponsel Dokter Harris. 
Semacam ....

(melihat surat itu sebentar, lalu meletakkannya di meja)

Penelitian untuk otak orang genius dengan imbalan 100 juta per bulan.
Dia pasti nyimpan ini buat kamu.

(melihat Reffrain yang juga melihatnya)

Kecuali dia genius juga. 


REFFRAIN

Aku nggak tau soal itu. 


SASHA

Dokter Harris pasti benar-benar kesulitan sampai harus mengorbankan kamu.


Reffrain tidak mengerti.


SASHA (CONT'D)

Dia punya pinjaman 120 juta ke bank, kamu tau itu?


REFFRAIN

Aku pikir ini tentang aku?


SASHA

Ini tentang kamu, Reffrain. 

(jeda)

Apa alasan kamu kabur dan pergi ke tempat Dokter Harris?


REFFRAIN

Kabur? Aku diculik ....
Mana mungkin aku balik ke apartemen itu lagi?


SASHA

(mengerti)

Dan alasanmu menolak buka pintu?


REFFRAIN

(mengingatnya)

Karena aku denger suara Dokter Harris.
Apa dia dibawa ke sini juga?
Mana Kak Deva?


SASHA

Deva bilang kamu ditipu Archen soal Hak Paten?


REFFRAIN

Ya. 


SASHA

Jadi kamu sama sekali nggak tau tentang rencana peledakan Elevenium di ibukota?


REFFRAIN

Apa aku kelihatan setega itu?


SASHA 

Tau atau tidak?


REFFRAIN

(menghela napas)

Nggak. 


SASHA

(mengambil berkas, lalu membukanya, menunjukkan lembaran foto pada Reffrain)

Kamu pernah lihat orang-orang ini?


REFFRAIN

Nggak. 


Sasha membuka lembar demi lembar foto. Reffrain menggeleng. Tapi dia terdiam saat melihat foto Cahyadi Tri Wicaksono. 


SASHA

(memperhatikan ekspresi Reffrain)

Kamu kenal?


REFFRAIN

(mengambil foto itu, mengamatinya)

Aku pernah lihat di rumah Archen.

(lalu melihat Sasha)

Waktu habis liburan.


DISSOLVE TO FLASH BACK (Episode 1 Scene 19) :


REFFRAIN (O.S) 

Dia ngobrol sama Archen di taman.
Tapi cuma sekali itu aku pernah lihat. 


Archen sedang mengobrol dengan Cahyadi di taman. Reffrain baru datang, melihat Cahyadi yang juga melihatnya. 


FADE OUT & FADE IN :


REFFRAIN

Aku pikir itu temennya.


Sasha memikirkannya. 


CUT TO :

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)