Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
ANOTHER STORY OF PRINCESS
Suka
Favorit
Bagikan
37. Episode 10 Part 2
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

11. EXT. DEPAN CAFE - SORE

Putri dan Amel baru saja keluar dari cafe.


AMEL

Thanks ya udah mau bantuin gue!


PUTRI

(tersenyum melihat Amel)

Sama-sama.
Oh iya ....
Sandra jago masak loh.


AMEL

(tersentak melihat Putri)

Oh ya?


PUTRI

Hmm ....

(mengangguk)

Barangkali lo butuh masukan dia buat menu cafe lo.


AMEL

(teringat sesuatu)

Tapi ....
Dia nggak se-welcome elo.
Gue takut dia nggak mau bantuin.


PUTRI

Coba tanya dulu.
Siapa tau mau, kan?


AMEL

Iya juga sih.
Tapi ntar temenin ya?


PUTRI

Emm ....

(memikirkannya)


AMEL

Kenapa?
Lo nggak mau?


PUTRI

Bukannya gitu, Mel.
Tapi gue mau fokus ke desain lo dulu.
Waktu gue di sini nggak banyak.


AMEL

Oh ... yaudah.
Tapi Putri ....


Putri masih melihat Amel.


AMEL

Gue ngomongin masalah Aden sama Sandra tadi ....
Nggak ada maksud buat lo sedih.
Jadi gue harap lo nggak terlalu mikirin itu.


PUTRI

(tersenyum sebentar)

Ngapain juga gue mikirin sesuatu yang belum jelas kebenarannya?

(jeda)

Cassandra juga belum tentu sengaja ngikutin Aden.
Bisa aja cuma kebetulan.


AMEL

Iya, lo bener.

(lalu tersenyum)


Putri lalu mengalihkan pandangan.


CUT TO :


12. EXT. JALANAN. MOBIL PUTRI - SORE

Putri sedang menyetir mobil. Dia masih sedih teringat kata-kata Amel.


PUTRI (V.O)

Gue mungkin bisa pura-pura kelihatan baik-baik aja di depan Amel.
Tapi mana bisa gue bohongin diri gue sendiri?
Gue bener-bener takut kehilangan Aden.

(melempar pandangan sebentar, matanya berkaca-kaca)


CUT TO :


13. EXT/INT. RUMAH CASSANDRA - MALAM

Aden melihat Pak Ian baru saja keluar dari rumah.


ADEN

Sandranya ada, Om?


PAK IAN

Ada ....


CUT TO :


Aden dan Pak Ian masuk ke dalam rumah.


PAK IAN

Kamu duduk dulu ....

(lalu melangkah pergi)


Aden lalu duduk.


PAK IAN

Cassandra ...!

(berseru memanggil)

Temen kamu udah dateng.


CASSANDRA (O.S)

Iya, Pa ... bentar ....


CUT TO :


Pak Ian membawakan minuman untuk Aden.


ADEN

Jangan repot-repot, Om.


PAK IAN

Nggak kok.

(lalu duduk)

Kamu temannya Sandra yang kuliah di Singapore, kan?


ADEN

Iya, Om.


PAK IAN

Ayo diminum dulu.


Aden lalu minum sebentar.


PAK IAN

Oh iya ....
Cassandra di sana punya pacar?


ADEN

Setau saya sih nggak punya.
Kenapa, Om?


PAK IAN

Cuma pengen tau aja.

(lalu menyandar di kursi)

Dari kecil dia nggak pernah suka punya rambut panjang.
Jadi aku kaget dia pulang bener-bener jadi perempuan.


ADEN

(tertawa ringan)

Mungkin Sandra sudah lebih dewasa sekarang.


PAK IAN

(tersenyum)

Iya juga.
Rasanya baru kemaren lihat dia main pasir di depan rumah.


ADEN

Sandra itu penampilannya aja yang kayak cowok.
Tapi hatinya lembut ... sensitif.


Pak Ian tersentak melihat Aden.

Aden tersenyum mengingat sesuatu, lalu mengalihkan pandangan.


PAK IAN

Kamu sudah punya pacar?


ADEN

(tersentak, melihat Pak Ian)

Sudah, Om.


PAK IAN

(mengangguk, mengerti)

Jangan panggil saya Om.
Panggil Papa aja.


ADEN

(tersentak lagi)

Papa??


PAK IAN

Dulu aku pengen punya anak cowok ...
Tapi nggak kesampaian.
Ya mungkin itu yang buat Cassandra jadi begitu.


ADEN

(tersenyum)

Om bisa aja.


CASSANDRA

(baru keluar)

Yaudah yok!

(melihat Aden dan Pak Ian)


ADEN

(beranjak dari duduknya)

Aden pamit dulu ya, Pa.

(bermaksud menyalimi Pak Ian)


Cassandra tersentak mendengarnya.


PAK IAN

(ikut berdiri)

Pamit ke mana?
Kalian mau ninggalin papa sendirian?


ADEN

Kita mau nge-jam, Pa.


Cassandra masih terenyak penuh tanya.


PAK IAN

(lalu melihat Cassandra)

Kamu nggak jadi ngajak papa?


CASSANDRA

Jadi ....
Tapi kenapa Aden panggilnya papa juga?

(heran)


ADEN

Jadi??

(bingung juga)


CUT TO :


14. EXT. DEPAN RUMAH CASSANDRA - MALAM

Pak Ian baru saja masuk ke dalam mobil, sementara Cassandra dan Aden masih berjalan menghampiri mobil.


CASSANDRA

(hampir tertawa, mendorong Aden)

Kenapa lo mau aja disuruh panggil papa?


ADEN

(tersenyum melihat Cassandra)

Emang kenapa nggak boleh?
Apa alasan gue nggak mau?


CASSANDRA

Dasar lo!

(mencubit pipi Aden, lalu pergi)


Aden menghentikan langkah, memegang pipinya sebentar, melihat Cassandra masuk ke dalam mobil.


CUT TO :


15. INT. STUDIO MUSIK - MALAM

Pak Ian sedang bermain drum. Tapi dia lalu menghentikan permainan tahu Aden memperhatikannya.


PAK IAN

Kenapa diem aja?

(heran melihat Aden dan Cassandra masih diam)


Aden mengalihkan pandangan, sementara Cassandra tersenyum melihat Aden.


CASSANDRA

Heh, Dik! Adik!


Aden lalu melihat Cassandra.


CASSANDRA

Ayo mulai!


ADEN

Kenapa lo panggil gue adik?


CASSANDRA

Kalo lo anak papa gue juga,
Itu artinya lo adik gue.


Aden tersentak.

Cassandra mulai memainkan bass, lalu meloncat-loncat.


PAK IAN

Cassandra!
Jangan loncat-loncat gitu!


CASSANDRA

(berhenti meloncat, melihat papanya, lalu Aden yang tersenyum melihatnya)

Apa lo senyum-senyum?


ADEN

(menghampiri Cassandra)

Kakak ....
Jangan loncat-loncat .... ntar jatuh loh.


Cassandra tidak habis pikir melihat Aden.

Aden melangkah pergi sambil memainkan gitarnya.

Cassandra lalu tersenyum, mengalihkan pandangan.

Aden, Cassandra dan Pak Ian pun mulai memainkan satu lagu.


CUT TO :


16. EXT/INT. RUMAH CASSANDRA - MALAM

Cassandra dan Pak Ian melihat mobil Aden yang sudah menjauh.


PAK IAN

Dia orangnya?


Cassandra tersentak melihat Pak Ian.

Pak Ian tersenyum, lalu masuk ke dalam rumah diikuti Cassandra.


CUT TO :


PAK IAN

Kamu suka kan sama dia?


CASSANDRA

Apaan sih, Pa?

(mengalihkan pandangan)


PAK IAN

Kayaknya dia juga suka sama kamu.


CASSANDRA

(tersentak, kembali melihat Pak Ian)

Masa sih?


PAK IAN

(tertawa melihat ekspresi Cassandra)

Oow! Kamu ketahuan!

(menyanyikan lagu "Ketahuan - Matta")


CASSANDRA

(tidak habis pikir melihat papanya)

Papa!


PAK IAN

It's OK ....
Papa suka kok sama dia.

(menepuk bahu Cassandra, lalu melanjutkan langkahnya)


Cassandra tersenyum senang, melanjutkan langkah.


CUT TO :


17. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAMDAN - MALAM

Kaisar menonton TV di ruang keluarga. Dia lalu melihat jam dinding.


BCU : Jam dinding menunjukkan  Pukul 22.30.


KAISAR

Ke mana dia jam segini belum pulang?


Tak lama kemudian, Aden datang. Kaisar dan Aden lalu saling lihat.


KAISAR

Dari mana aja lo?


ADEN

Bukan urusan kakak.


KAISAR

(tersentak, lalu berdiri)

Apa?


Aden tertawa sebentar melihat ekspresi Kaisar.

Kaisar tersentak lagi.


ADEN

Dulu waktu kakak sering pulang larut malem, jawabnya gitu, kan?


KAISAR

(terenyak memikirkannya)

Kapan?


ADEN

Waktu masih SMA.


KAISAR

Emang gue bilang gitu?


ADEN

Iya.

(lalu melangkah pergi)


KAISAR

(melihat Aden berlalu)

Heh ....
Gue serius tanya lo dari mana?


ADEN

Aden juga serius jawab, Kak. 
Itu beneran bukan urusan kakak.


Kaisar tidak habis pikir melihat Aden naik ke lantai dua.


CUT TO :


18. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - PAGI/SORE

Putri meletakkan laptop dan peralatan gambarnya di meja lalu duduk di kursi.


PUTRI

(melihat desainnya di kertas, lalu menghela napas panjang)

Semangat!

(lalu menyalakan laptop, mulai mengerjakan desain)


FAST  MOTION : Putri sesekali mengambil makanan dan minuman di dapur, lalu kembali melanjutkan pekerjaan.


BI ISNA

(melihat Putri berjalan sambil membawa minuman)

Non Putri butuh apa biar bibi yang anter?


PUTRI

(menghentikan langkah, melihat Bi Isna)

Nggak apa-apa, Bi ....
Lagian Putri emang butuh jalan-jalan ... capek duduk terus.


BI ISNA

Oh .... yaudah kalo gitu.


CUT TO :


19. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA. KAMAR PUTRI - MALAM

Putri mengambil ponsel, lalu cemberut melihat tak ada satu pun pesan masuk dari Aden. 


PUTRI

Dia sibuk apa sih?

(lalu duduk di tempat tidur, sedih)


CUT TO :


20. INT. CAFE - MALAM

Tara dan Cassandra duduk di dekat jendela. 


CASSANDRA

Tempat ini banyak banget berubah ya.

(tersenyum melihat sekeliling)


TARA

Iyalah, San ....
Udah berapa tahun berlalu.


CASSANDRA

(lalu melihat Tara)

Yang nggak berubah itu kita ....
Dari dulu masih aja jomblo.


TARA

(tersenyum)

Tapi hari ini ....
Semua bakal berubah.


CASSANDRA

Maksud lo?


TARA

Kalo lo mau nerima gue ....

(memberikan kotak cincin, lalu membukanya)


Cassandra tersentak melihat cincin yang ditunjukkan Tara.


TARA

Jadi pendamping hidup lo.


CASSANDRA

(tersentak melihatnya, lalu kembali melihat Tara)

Tara ....


TARA

Sandra ....
Lo mau kan nikah sama gue?


CASSANDRA

(masih terenyak)

Lo bercanda ya!

(tidak habis pikir, lalu mengalihkan pandangan)


TARA

Nggak, San.


Cassandra kembali melihat Tara.


TARA

Gue beneran sayang sama lo.


Cassandra terenyak, tidak tahu harus bagaimana.


CUT TO :


21. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAMDAN - MALAM

Aden melihat ibunya sedang memandangi foto masa kecil Kaisar dan Aden.

Aden lalu duduk di sebelah Bu Risma.


BU RISMA

(tersenyum melihat Aden)

Kamu tau apa yang paling mama khawatirin waktu kamu di luar negeri?


ADEN

Apa, Ma?


BU RISMA

Mama takut kalau kamu sakit karena telat makan.


ADEN

Aden selalu makan tepat waktu kok.


BU RISMA

Yang namanya orang tua pasti khawatir, Aden


ADEN

Ma ....

(kembali melihat Bu Risma)

Boleh nggak Aden nikahnya sama Sandra aja?


BU RISMA

(tersentak melihat Aden)

Apa?


ADEN

Sama Cassandra, Ma.


BU RISMA

Aden ....
Kamu jangan bercanda!


ADEN

Buat apa Aden bercanda masalah ini, Ma?


BU RISMA

Aden ....
Trus Putri gimana?


ADEN

Nanti biar Aden yang jelasin ke Putri.


BU RISMA

Kamu lebih memilih dia daripada Putri ....

(tidak habis pikir melihat Aden)

Memangnya apa kurangnya Putri?
Kenapa kamu lebih memilih anak band kayak dia?


ADEN

Mama suka masakannya, kan?


BU RISMA

(tersentak)

Jadi tujuan kamu ngajak dia masak di sini buat itu?


ADEN

(tersentak juga)

Nggak.
Kemaren Kak Kaisar yang ajak.


BU RISMA

Pokoknya mama nggak setuju!

(kesal melihat Aden)

Mama nggak suka sama dia.

(lalu pergi)


Aden tersentak sedih.


CUT TO :


22. EXT. LAPANGAN - SIANG

ESTABLISH : Lapangan.


Cassandra duduk sendirian.


SFX : Dering ponsel Cassandra.


Cassandra menjawab panggilan di ponselnya.


INTERCUT WITH TARA


23. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAMDAN - SIANG


TARA

(berbicara di telepon)

Gue libur.
Gue ke sana ya?


Aden yang sedang membaca buku, menoleh melihat Tara.


CUT BACK TO :


Cassandra duduk memeluk lutut, menundukkan kepalanya.


CASSANDRA (V.O)

Gimana bisa gue lebih milih berjuang buat dapetin cinta seseorang yang belum pasti, padahal ada orang yang bener-bener cinta sama gue.

(jeda)

Sandra ... kenapa lo bego banget sih?!


Aden datang, lalu duduk di sebelah Cassandra.

Cassandra tersentak melihatnya.


ADEN

(tersenyum melihat Cassandra)

Ngapain sendirian di sini?


CASSANDRA

Tau dari mana gue ada di sini?


ADEN

Dari Tara.


CASSANDRA

Sekarang Tara ke mana?


ADEN

Dia barusan dapat telfon dari kantor ....
Jadi langsung pergi.


Cassandra terenyak memikirkannya, lalu mengalihkan pandangan.


ADEN

Lo belum jawab pertanyaan gue.


CASSANDRA

Tara bilang ....
Kalo gue ngerasa lemah,
Gue harus berdiri di bawah sinar matahari,
Biar gue lebih kuat.


ADEN

Dia kan nyuruh lo berdiri.
Kenapa malah duduk?


CASSANDRA

(tersentak melihat Aden)

Suka suka gue lah.


ADEN

(lalu mengalihkan pandangan)

Emang lo lemah kenapa?


Cassandra terdiam.


ADEN

Heh ....
Gue bukan anak indigo yang bisa baca fikiran orang lain.


CASSANDRA

(tersentak, lalu tersenyum melihat Aden)

Siapa juga yang bilang lo anak indigo.


Aden tertawa.


CASSANDRA

Kadang ....
Ada sesuatu yang nggak bisa diungkapin sama kata-kata, kan?


ADEN

Hmm ....


Aden dan Cassandra lalu terdiam dalam pikiran masing-masing.

Aden lalu melihat Cassandra, bermaksud mengusap kepalanya, tapi dia mengurungkannya, lalu mengalihkan pandangan.


INSERT :

Tara terenyak sedih melihat Aden dan Cassandra dari jauh.


CUT TO :


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)