Opening song : Lepaskan diriku - J-Rocks
ANOTHER STORY OF PRINCESS
FADE IN :
EPISODE 10
1. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - PAGI
Putri sedang makan, sementara Pak Raja duduk di sofa ruang keluarga, memakai sepatu olahraga.
PUTRI
Hari ini papa mau nge-gym?
(melihat Pak Raja sebentar)
PAK RAJA
Iya. Mau ikut?
PUTRI
Mau.
(tersenyum senang)
PAK RAJA
Ya udah kamu ganti baju, papa tunggu di luar.
PUTRI
Okey, Pa.
(menghabiskan sarapannya, lalu bergegas ke kamar)
CUT TO :
2. INT. TEMPAT GYM - PAGI
Putri dan Pak Raja berjalan bersama.
PUTRI
Itu bukannya Kaisar?
Pak Raja ikut melihat siapa yang dilihat Putri.
POV PAK RAMDAN : Kaisar sedang mengangkat barbell.
CUT TO :
PUTRI
(tersenyum melihat Kaisar)
Cie ....
Habis makan bayam berapa kilo?
KAISAR
(tersentak melihat Putri)
Putri??
PUTRI
Iya Putri!
(tersenyum, lalu menggandeng Pak Raja)
Ini papanya Putri.
Pak Raja tersenyum melihat Kaisar.
KAISAR
(tersentak, lalu bangun)
Om ....
(lalu menyalimi Pak Raja)
PAK RAJA
Kamu sendirian aja?
Papa kamu mana?
KAISAR
Papa ada.
(lalu mengedarkan pandangan, mencari Pak Ramdan)
CUT TO :
Putri dan Kaisar lari menggunakan treadmill.
PUTRI
Lo sering nge-gym?
KAISAR
Iyalah.
Emang elo tidur mulu di rumah?
PUTRI
Enak aja ... gue juga pernah!
KAISAR
Pernah, kan, bukan sering?
PUTRI
Aden kenapa nggak ikut?
KAISAR
Aden mana suka olahraga.
Diajak jogging aja dia nggak pernah mau.
PUTRI
Oh ya?
KAISAR
Iya.
CUT TO :
Pak Ramdan dan Pak Raja sedang latihan.
Mereka lalu menghentikan aktivitasnya.
PAK RAMDAN
Lihat mereka berdua ....
Pak Raja ikut melihat Kaisar dan Putri.
LONG SHOT : Putri dan Kaisar sesekali bercanda.
Pak Raja tersenyum melihatnya.
PAK RAMDAN
Gimana kalo kembali ke rencana awal aja?
Pak Raja lalu melihat Pak Ramdan.
PAK RAMDAN
Jodohin Kaisar sama Putri?
PAK RAJA
(tertawa)
Kenapa jadi bolak-balik?
Emang kenapa kalo sama Aden?
PAK RAMDAN
Nggak apa-apa.
Tapi menurutku ....
Putri lebih cocok sama Kaisar.
PAK RAJA
Oh ya?
(lalu kembali melihat Putri dan Kaisar)
Mungkin karena sifat mereka hampir sama.
Tapi aku lebih suka sama Aden.
Dia kelihatan lebih sabar.
PAK RAMDAN
Tapi Kaisar lebih keren!
PAK RAJA
(hampir tertawa melihat Pak Ramdan)
Iya.
Kenapa bisa gitu ya?
PAK RAMDAN
Siapa dulu papanya?!
(tersenyum membanggakan diri)
Dia lebih banyak mewarisi sifatku daripada sifat ibunya.
PAK RAJA
(tersenyum geli)
Dua-duanya anakmu, kan?
Kalau aku nggak masalah Putri sama Aden ataupun Kaisar.
Yang penting dia bahagia.
PAK RAMDAN
Ya iya sih.
CUT TO :
Putri dan Kaisar duduk di satu sisi, meneguk air mineral.
PUTRI
Kai ....
KAISAR
Hmm?
(lalu meletakkan botol minumannya)
PUTRI
Lo beneran suka sama Sandra?
KAISAR
(tersentak melihat Putri)
Kenapa?
PUTRI
(lalu melihat Kaisar)
Apa karna dia sekarang tambah cantik?
Atau apa?
Kenapa lo suka dia?
KAISAR
(tersenyum)
Lo cemburu ya?!
PUTRI
Nggak.
(tidak habis pikir, lalu mengalihkan pandangan)
KAISAR
Trus apa kalo bukan cemburu?
PUTRI
Di Singapore ... Aden tinggal satu gedung sama dia.
Kaisar tersentak.
PUTRI
Apa mungkin dia bisa suka juga sama Cassandra?
KAISAR
Jadi lo cemburu karna Aden?
(mengalihkan pandangan payah)
PUTRI
Gimana nggak?
(lalu minum lagi)
KAISAR
Sandra cantik, kelihatan lebih dewasa.
Putri kembali melihat Kaisar.
KAISAR
Dibandingin lo dia jauh lebih dewasa.
(kembali melihat Putri)
PUTRI
(tidak habis pikir melihat Kaisar)
Gue juga udah dewasa, Kai!
KAISAR
Mestinya Aden juga suka sama dia.
Putri tersentak melihat Kaisar.
KAISAR
Dari dulu dia suka cewek yang usianya lebih tua.
PUTRI
Dari dulu?
KAISAR
Iya.
Dulu waktu kelas satu SMP, dia juga naksir sama anak kelas tiga.
PUTRI
(tersentak)
Trus? Jadian?
KAISAR
Nggak lah.
Lo tau kan Aden,
Dia nggak bisa ngungkapin perasaannya.
PUTRI
Trus, dari mana lo tau kalau dia suka sama anak kelas tiga?
KAISAR
Dari tatapan matanya.
(menunjuk matanya lalu mata Putri)
Putri terenyak.
KAISAR
Tiap kali cewek itu lewat, Aden ngeliatin terus ... sampe nggak kedip liatnya.
Putri terenyak.
KAISAR
Tapi dia nggak pernah berani lebih dari itu.
Payah kan dia.
(lalu melihat Putri masih manyun)
Lo tenang aja ....
Kalian kan udah dijodohin.
Sekalipun Aden suka sama Sandra,
Dia nggak bakal berani ngelawan papa.
PUTRI
(tersentak melihat Kaisar)
Jadi maksud lo dia terpaksa?
KAISAR
Itu kan cuma seandainya ....
Belum tau kenyataannya gimana.
PUTRI
Apa Aden sepatuh itu sama orang tua?
KAISAR
Hhh!
Kalo orang tua yang suruh,
Masuk sumur juga bakal dia lakuin.
Putri terenyak sedih.
KAISAR
(kembali melihat Putri)
Apapun yang terjadi ...
Lo nggak boleh sedih.
Kalau Aden emang suka sama Sandra ....
Anggap aja itu karma buat lo.
Putri tersentak.
KAISAR
Lo kan juga pernah selingkuhin dia.
PUTRI
Itu kan semua gara-gara lo!
KAISAR
Gue nggak pernah maksa,
Lo sendiri yang kasih gue kesempatan.
PUTRI
Itu karna lo kelihatan menyedihkan!
KAISAR
(tersentak)
Jangan bohong lo, Put!
Lo juga suka kan sama gue?
PUTRI
Semua gara-gara lo!
(memukul Kaisar)
PAK RAJA
(datang dengan Pak Ramdan)
Putri!
Ada apa?
Putri menghentikan aksinya, melihat Pak Raja.
Kaisar menjauhkan tangan Putri, lalu melihat Pak Raja dan Pak Ramdan.
PUTRI
Ini, Pa!
Kaisar nyebelin!
(beranjak menghampiri Pak Raja)
PAK RAMDAN
(tersentak)
Kaisar!
Kamu apain Putri?
KAISAR
Nggak ngapa-ngapain kok.
Dia aja yang nggak jelas.
PUTRI
Heh lo!
Ergh!
(kesal melihat Kaisar)
PAK RAJA
Putri!
PUTRI
Ayo kita pulang aja, Pa.
KAISAR
Yaudah pulang sana!
Putri tidak habis pikir melihat Kaisar.
CUT TO :
3. EXT. JALANAN. MOBIL - SIANG
Kaisar menyetir mobil.
PAK RAMDAN
Katanya suka sama Putri?
Kenapa malah ngajak berantem?
KAISAR
Habis dia cari gara-gara, Pa.
PAK RAMDAN
Kamu itu.
Udah tau temperamen kalian sama.
Masih aja nggak ada yang mau ngalah.
Mana bisa bersatu?
KAISAR
(tersentak memikirkannya)
Dia yang mulai.
PAK RAMDAN
Bukan masalah siapa yang salah.
Kamu lebih baik mengalah ....
Minta maaf sama Putri.
KAISAR
(hampir tertawa)
Maaf?
Dia nggak butuh kata maaf, Pa.
Nanti juga baik sendiri.
PAK RAMDAN
Kamu kalo dibilangin ....
KAISAR
Papa belum kenal dia sih.
Kalo cuma masalah sepele gini aja Kai minta maaf,
Sebulan bisa berapa kali, Pa.
Pak Ramdan lelah memikirkannya.
CUT TO :
4. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - SIANG
Putri sedang menulis di buku.
PUTRI
Pokoknya gue nggak bakal rela Aden suka sama Cassandra.
(terenyak sedih memikirkannya)
CUT TO :
5. EXT. RUMAH CASSANDRA. TAMAN - SORE
Cassandra dan Tara duduk di bangku taman.
CASSANDRA
Hmm ....
Jadi so sweet gitu.
Tapi dia kelihatan maksa banget.
(tertawa sebentar)
TARA
Kasihan Kaisar ....
Dia pasti tersiksa lihat Putri sama Aden.
Gue tau banget dia orangnya gimana.
CASSANDRA
(lalu melihat Tara)
Sekalipun gue berusaha,
Gue nggak bakal bisa tersentuh sama hal-hal manis yang dilakuin Kaisar.
Tara tersentak melihat Cassandra.
CASSANDRA
Buat gue,
Dia masih monster menyebalkan yang pernah buat hidup sahabat gue tertekan.
Tara terenyak melihat Cassandra.
Cassandra mengalihkan pandangan.
Tara terdiam melihat Cassandra.
SFX : Dering ponsel Cassandra.
CASSANDRA
(melihat ponsel, lalu tersenyum)
Panjang umur dia.
TARA
Kaisar?
CASSANDRA
Hmm ....
(meletakkan ponsel)
TARA
Kenapa nggak diangkat?
CASSANDRA
Males gue.
TARA
Sandra ....
Gue udah lama maafin Kaisar.
Kenapa lo malah dendam sama dia?
CASSANDRA
(tersentak melihat Tara)
Gue nggak dendam.
TARA
Trus apa namanya kalo bukan dendam?
CASSANDRA
(mengalihkan pandangan)
Gue cuma nggak bisa lupa.
Lo pernah kan ilfeel sama orang?
Apa itu juga disebut dendam?
TARA
Ya sama aja.
CASSANDRA
(kembali melihat ponsel, lalu tersentak melihat riwayat panggilan)
Kenapa ada nomor Aden?
Tara kembali melihat Cassandra.
CASSANDRA
Aden telfon siapa yang angkat?
(lalu melihat Tara)
Tara mengangkat bahunya.
CUT TO :
6. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAMDAN - SORE
Aden sibuk dengan laptop. Tak lama kemudian, ponselnya berdering.
Aden meraih ponsel, lalu tersentak saat tahu Cassandra yang menelepon.
ADEN
(berbicara di telepon)
Halo.
CASSANDRA (V.O)
Halo, Aden.
INTERCUT WITH CASSANDRA
CASSANDRA
(berbicara di telepon)
Lo kemaren telfon gue?
ADEN
Nggak.
CASSANDRA
(tersentak)
Sorry, bukan kemaren tapi dua hari yang lalu?
ADEN
Iya.
CASSANDRA
Siapa yang angkat?
Kok gue nggak tau?
ADEN
Putri.
CASSANDRA
(tersentak lagi)
Putri?
Tara ikut tersentak melihat Cassandra.
CASSANDRA
Emang ada apa lo telfon?
ADEN
Gue ....
(berusaha memikirkan jawaban)
Pengen ngajak lo nge-jam.
CASSANDRA
Nge-jam?
ADEN
Iya.
Di rumah terus bosen juga.
CASSANDRA
Oh ... gitu.
Trus?
ADEN
Ya kalo lo ada waktu aja?
CASSANDRA
Heh.
Kapan gue nggak ada waktu buat lo?
ADEN
(tersentak, lalu tersenyum)
Yaudah. Kapan bisanya?
Cassandra tersenyum, beranjak dari duduk, lalu bersandar di pagar, masih berbicara dengan Aden.
Tara terenyak sedih melihatnya, lalu mengalihkan pandangan.
CASSANDRA
Oke ....
See you.
Waalaikumsalam.
CUT TO :
ADEN
(tersenyum meletakkan ponselnya)
Kenapa gue seneng banget denger suara dia?
CUT TO :
7. INT. RUTAN - SIANG
TARA
Rasanya seneng lihat dia bahagia.
Tapi mungkin bisa lebih seneng lagi kalau orang yang selalu dia rindu itu Tara.
PAK IVAN
(terenyak melihat Tara)
Kamu jadi laki-laki jangan cengeng begitu.
Tara tersentak melihat Pak Ivan.
PAK IVAN
Kalau suka ya bilang.
Kalu ditolak cari yang lain.
Jangan memendam perasaan sendirian.
TARA
(memikirkannya)
Itulah masalahnya, Pa.
Dia udah sering nolak Tara.
Dia selalu anggap itu bercanda.
Pak Ivan tidak habis pikir.
TARA
(melihat sekeliling sebentar)
Tara jadi curhat kan, Pa.
PAK IVAN
(tersenyum)
Sebentar lagi kamu bisa curhat dengan leluasa.
TARA
(tersenyum)
Tara udah nggak sabar mau ngajak papa jalan-jalan.
PAK IVAN
Dan papa juga udah nggak sabar lihat calon menantu papa itu.
Tara tersentak, tapi tersenyum menanggapinya.
CUT TO :
8. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - SIANG
PUTRI
(berbicara di telepon)
Oh iya ... gue inget kok.
(jeda)
Gimana kabar lo?
(jeda)
Baik juga.
(jeda)
Sekarang??
(jeda)
Emm ... boleh.
(jeda)
Nggak kok.
CUT TO :
9. EXT. KOTA TUA - SORE
Putri berjalan sendirian sambil melihat suasana sekitar. Dia lalu menghentikan langkah saat melihat bayangan seseorang yang ada di belakangnya.
Putri berbalik, lalu tersenyum melihat Amel.
CUT TO :
10. INT. CAFE - SIANG
Putri dan Amel sedang makan bersama.
AMEL
Jadi gue minta nomor lo dari Tara.
Putri mengangguk mengerti, sambil makan es krim.
AMEL
Selama ini gue nggak peduliin nasehat orang tua gue buat mulai usaha sendiri.
Gue malah sibuk hura-hura nggak jelas.
Andai aja gue sadar dari dulu ....
Mungkin gue nggak akan sekacau ini sekarang.
PUTRI
(terenyak mendengarnya)
Kadang sesuatu baru terasa sangat berharga saat dia udah pergi.
AMEL
(tersenyum melihat Putri)
Dalem banget kayaknya?
Putri tersentak.
AMEL
Emang lo pernah kehilangan juga?
Lo bahkan punya segalanya tanpa harus bekerja keras kayak gue.
PUTRI
Sesuatu itu bukan cuma materi ....
AMEL
Trus apa?
PUTRI
Bisa jadi orang yang kita sayang.
AMEL
Aden?
Putri tersentak lagi melihat Amel.
AMEL
Lo pasti sedih karna selama ini harus LDR-an sama dia, kan?
PUTRI
(manyun, lalu makan)
Kenapa lo bisa tau?
AMEL
(tersenyum, lalu makan)
Iya lah.
Oh iya.
Cassandra juga ke Singapore, kan?
PUTRI
(tersentak)
Iya.
AMEL
Kalo cuma nge-band aja ....
Kenapa harus jauh-jauh ke Singapore?
Aneh nggak sih?
PUTRI
(kembali melihat Amel)
Apanya yang aneh?
AMEL
Aden juga ke Singapore.
Apa lo nggak ngerasa aneh sama mereka?
PUTRI
(tersentak)
Maksud lo?
AMEL
Orang yang pernah digosipin suka sama Aden ....
Tiba-tiba aja tinggal di negara yang sama dalam waktu yang cukup lama.
PUTRI
Gosip apa maksud lo?
AMEL
Dulu kan ....
Waktu masih SMA, pernah ada gosip Cassandra suka sama Aden.
Waktu itu lo belum pindah ke sekolah kita.
Putri terenyak memikirkannya.
AMEL
Denger-denger sih ....
Sandra buatin lagu buat Aden.
Anak-anak liat liriknya.
Tapi Sandra nggak mau ngaku.
Padahal udah jelas ada yang liat nama Aden di situ.
PUTRI
(masih tidak bisa percaya melihat Amel)
Aden tau?
AMEL
Ya tau lah.
Semua orang juga tau.
Putri terenyak sedih memikirkannya.
CUT TO :