Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
ANOTHER STORY OF PRINCESS
Suka
Favorit
Bagikan
36. Episode 10 Part 1
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

Opening song : Lepaskan diriku - J-Rocks


ANOTHER STORY OF PRINCESS


FADE IN :


EPISODE 10


1. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - PAGI 

Putri sedang makan, sementara Pak Raja duduk di sofa ruang keluarga, memakai sepatu olahraga.


PUTRI

Hari ini papa mau nge-gym?

(melihat Pak Raja sebentar)


PAK RAJA

Iya. Mau ikut?


PUTRI

Mau.

(tersenyum senang)


PAK RAJA

Ya udah kamu ganti baju, papa tunggu di luar.


PUTRI

Okey, Pa.

(menghabiskan sarapannya, lalu bergegas ke kamar)


CUT TO :


2. INT. TEMPAT GYM - PAGI

Putri dan Pak Raja berjalan bersama.


PUTRI

Itu bukannya Kaisar?


Pak Raja ikut melihat siapa yang dilihat Putri. 


POV PAK RAMDAN : Kaisar sedang mengangkat barbell.


CUT TO :


PUTRI

(tersenyum melihat Kaisar)

Cie .... 
Habis makan bayam berapa kilo?


KAISAR

(tersentak melihat Putri)

Putri??


PUTRI

Iya Putri!

(tersenyum, lalu menggandeng Pak Raja)

Ini papanya Putri.


Pak Raja tersenyum melihat Kaisar.


KAISAR

(tersentak, lalu bangun)

Om ....

(lalu menyalimi Pak Raja)


PAK RAJA

Kamu sendirian aja?
Papa kamu mana?


KAISAR

Papa ada.

(lalu mengedarkan pandangan, mencari Pak Ramdan)


CUT TO :


Putri dan Kaisar lari menggunakan treadmill.


PUTRI

Lo sering nge-gym?


KAISAR

Iyalah.
Emang elo tidur mulu di rumah?


PUTRI

Enak aja ... gue juga pernah!


KAISAR

Pernah, kan, bukan sering?


PUTRI

Aden kenapa nggak ikut?


KAISAR

Aden mana suka olahraga.
Diajak jogging aja dia nggak pernah mau.


PUTRI

Oh ya?


KAISAR

Iya.


CUT TO :


Pak Ramdan dan Pak Raja sedang latihan.

Mereka lalu menghentikan aktivitasnya.


PAK RAMDAN

Lihat mereka berdua ....


Pak Raja ikut melihat Kaisar dan Putri.


LONG SHOT : Putri dan Kaisar sesekali bercanda. 


Pak Raja tersenyum melihatnya.


PAK RAMDAN

Gimana kalo kembali ke rencana awal aja?


Pak Raja lalu melihat Pak Ramdan.


PAK RAMDAN

Jodohin Kaisar sama Putri?


PAK RAJA

(tertawa)

Kenapa jadi bolak-balik?
Emang kenapa kalo sama Aden?


PAK RAMDAN

Nggak apa-apa.
Tapi menurutku ....
Putri lebih cocok sama Kaisar.


PAK RAJA

Oh ya?

(lalu kembali melihat Putri dan Kaisar)

Mungkin karena sifat mereka hampir sama.
Tapi aku lebih suka sama Aden.
Dia kelihatan lebih sabar.


PAK RAMDAN

Tapi Kaisar lebih keren!


PAK RAJA

(hampir tertawa melihat Pak Ramdan)

Iya.
Kenapa bisa gitu ya?


PAK RAMDAN

Siapa dulu papanya?!

(tersenyum membanggakan diri)

Dia lebih banyak mewarisi sifatku daripada sifat ibunya.


PAK RAJA

(tersenyum geli)

Dua-duanya anakmu, kan?
Kalau aku nggak masalah Putri sama Aden ataupun Kaisar.
Yang penting dia bahagia.


PAK RAMDAN

Ya iya sih.


CUT TO :


Putri dan Kaisar duduk di satu sisi, meneguk air mineral.


PUTRI

Kai ....


KAISAR

Hmm?

(lalu meletakkan botol minumannya)


PUTRI

Lo beneran suka sama Sandra?


KAISAR

(tersentak melihat Putri)

Kenapa?


PUTRI

(lalu melihat Kaisar)

Apa karna dia sekarang tambah cantik?
Atau apa?
Kenapa lo suka dia?


KAISAR

(tersenyum)

Lo cemburu ya?!


PUTRI

Nggak.

(tidak habis pikir, lalu mengalihkan pandangan)


KAISAR

Trus apa kalo bukan cemburu?


PUTRI

Di Singapore ... Aden tinggal satu gedung sama dia. 


Kaisar tersentak.


PUTRI

Apa mungkin dia bisa suka juga sama Cassandra?


KAISAR

Jadi lo cemburu karna Aden?

(mengalihkan pandangan payah)


PUTRI

Gimana nggak?

(lalu minum lagi)


KAISAR

Sandra cantik, kelihatan lebih dewasa.


Putri kembali melihat Kaisar.


KAISAR

Dibandingin lo dia jauh lebih dewasa.

(kembali melihat Putri)


PUTRI

(tidak habis pikir melihat Kaisar)

Gue juga udah dewasa, Kai!


KAISAR

Mestinya Aden juga suka sama dia.


Putri tersentak melihat Kaisar.


KAISAR

Dari dulu dia suka cewek yang usianya lebih tua.


PUTRI

Dari dulu?


KAISAR

Iya.
Dulu waktu kelas satu SMP, dia juga naksir sama anak kelas tiga.


PUTRI

(tersentak)

Trus? Jadian?


KAISAR

Nggak lah.
Lo tau kan Aden,
Dia nggak bisa ngungkapin perasaannya.


PUTRI

Trus, dari mana lo tau kalau dia suka sama anak kelas tiga?


KAISAR

Dari tatapan matanya.

(menunjuk matanya lalu mata Putri)


Putri terenyak. 


KAISAR

Tiap kali cewek itu lewat, Aden ngeliatin terus ... sampe nggak kedip liatnya.


Putri terenyak.


KAISAR

Tapi dia nggak pernah berani lebih dari itu.
Payah kan dia.

(lalu melihat Putri masih manyun)

Lo tenang aja ....
Kalian kan udah dijodohin.
Sekalipun Aden suka sama Sandra,
Dia nggak bakal berani ngelawan papa.


PUTRI

(tersentak melihat Kaisar)

Jadi maksud lo dia terpaksa?


KAISAR

Itu kan cuma seandainya ....
Belum tau kenyataannya gimana.


PUTRI

Apa Aden sepatuh itu sama orang tua?


KAISAR

Hhh!
Kalo orang tua yang suruh,
Masuk sumur juga bakal dia lakuin.


Putri terenyak sedih.


KAISAR

(kembali melihat Putri)

Apapun yang terjadi ...
Lo nggak boleh sedih.
Kalau Aden emang suka sama Sandra ....
Anggap aja itu karma buat lo.


Putri tersentak.


KAISAR

Lo kan juga pernah selingkuhin dia.


PUTRI

Itu kan semua gara-gara lo!


KAISAR

Gue nggak pernah maksa,
Lo sendiri yang kasih gue kesempatan.


PUTRI

Itu karna lo kelihatan menyedihkan!


KAISAR

(tersentak)

Jangan bohong lo, Put!
Lo juga suka kan sama gue?


PUTRI

Semua gara-gara lo!

(memukul Kaisar)


PAK RAJA

(datang dengan Pak Ramdan)

Putri!
Ada apa?


Putri menghentikan aksinya, melihat Pak Raja.

Kaisar menjauhkan tangan Putri, lalu melihat Pak Raja dan Pak Ramdan.


PUTRI

Ini, Pa!
Kaisar nyebelin!

(beranjak menghampiri Pak Raja)


PAK RAMDAN

(tersentak)

Kaisar!
Kamu apain Putri?


KAISAR

Nggak ngapa-ngapain kok.
Dia aja yang nggak jelas.


PUTRI

Heh lo!
Ergh!

(kesal melihat Kaisar)


PAK RAJA

Putri!


PUTRI

Ayo kita pulang aja, Pa.


KAISAR

Yaudah pulang sana!


Putri tidak habis pikir melihat Kaisar.


CUT TO :


3. EXT. JALANAN. MOBIL - SIANG

Kaisar menyetir mobil. 


PAK RAMDAN

Katanya suka sama Putri?
Kenapa malah ngajak berantem?


KAISAR

Habis dia cari gara-gara, Pa. 


PAK RAMDAN

Kamu itu.
Udah tau temperamen kalian sama.
Masih aja nggak ada yang mau ngalah.
Mana bisa bersatu?


KAISAR

(tersentak memikirkannya)

Dia yang mulai.


PAK RAMDAN

Bukan masalah siapa yang salah.
Kamu lebih baik mengalah ....
Minta maaf sama Putri.


KAISAR

(hampir tertawa)

Maaf?
Dia nggak butuh kata maaf, Pa.
Nanti juga baik sendiri.


PAK RAMDAN

Kamu kalo dibilangin ....


KAISAR

Papa belum kenal dia sih.
Kalo cuma masalah sepele gini aja Kai minta maaf,
Sebulan bisa berapa kali, Pa.


Pak Ramdan lelah memikirkannya. 


CUT TO :


4. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - SIANG

Putri sedang menulis di buku.


PUTRI

Pokoknya gue nggak bakal rela Aden suka sama Cassandra.

(terenyak sedih memikirkannya)


CUT TO :


5. EXT. RUMAH CASSANDRA. TAMAN - SORE

Cassandra dan Tara duduk di bangku taman.


CASSANDRA

Hmm ....
Jadi so sweet gitu.
Tapi dia kelihatan maksa banget.

(tertawa sebentar)


TARA

Kasihan Kaisar ....
Dia pasti tersiksa lihat Putri sama Aden.
Gue tau banget dia orangnya gimana.


CASSANDRA

(lalu melihat Tara)

Sekalipun gue berusaha,
Gue nggak bakal bisa tersentuh sama hal-hal manis yang dilakuin Kaisar.


Tara tersentak melihat Cassandra.


CASSANDRA

Buat gue,
Dia masih monster menyebalkan yang pernah buat hidup sahabat gue tertekan.


Tara terenyak melihat Cassandra.

Cassandra mengalihkan pandangan.

Tara terdiam melihat Cassandra.


SFX : Dering ponsel Cassandra.


CASSANDRA

(melihat ponsel, lalu tersenyum)

Panjang umur dia.


TARA

Kaisar?


CASSANDRA

Hmm ....

(meletakkan ponsel)


TARA

Kenapa nggak diangkat?


CASSANDRA

Males gue.


TARA

Sandra ....
Gue udah lama maafin Kaisar.
Kenapa lo malah dendam sama dia?


CASSANDRA

(tersentak melihat Tara)

Gue nggak dendam.


TARA

Trus apa namanya kalo bukan dendam?


CASSANDRA

(mengalihkan pandangan)

Gue cuma nggak bisa lupa.
Lo pernah kan ilfeel sama orang?
Apa itu juga disebut dendam?


TARA

Ya sama aja.


CASSANDRA

(kembali melihat ponsel, lalu tersentak melihat riwayat panggilan)

Kenapa ada nomor Aden?


Tara kembali melihat Cassandra.


CASSANDRA

Aden telfon siapa yang angkat?

(lalu melihat Tara)


Tara mengangkat bahunya.


CUT TO :


6. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAMDAN - SORE

Aden sibuk dengan laptop. Tak lama kemudian, ponselnya berdering.

Aden  meraih  ponsel, lalu tersentak saat tahu Cassandra yang menelepon.


ADEN

(berbicara di telepon)

Halo.


CASSANDRA (V.O)

Halo, Aden.


INTERCUT WITH CASSANDRA


CASSANDRA

(berbicara di telepon)

Lo kemaren telfon gue?


ADEN

Nggak.


CASSANDRA

(tersentak)

Sorry, bukan kemaren tapi dua hari yang lalu?


ADEN

Iya.


CASSANDRA

Siapa yang angkat?
Kok gue nggak tau?


ADEN

Putri.


CASSANDRA

(tersentak lagi)

Putri?


Tara ikut tersentak melihat Cassandra.


CASSANDRA

Emang ada apa lo telfon?


ADEN

Gue ....

(berusaha memikirkan jawaban)

Pengen ngajak lo nge-jam.


CASSANDRA

Nge-jam?


ADEN

Iya.
Di rumah terus bosen juga.


CASSANDRA

Oh ... gitu.
Trus?


ADEN

Ya kalo lo ada waktu aja?


CASSANDRA

Heh.
Kapan gue nggak ada waktu buat lo?


ADEN

(tersentak, lalu tersenyum)

Yaudah. Kapan bisanya?


Cassandra tersenyum, beranjak dari duduk, lalu bersandar di pagar, masih berbicara dengan Aden. 

Tara terenyak sedih melihatnya, lalu mengalihkan pandangan.


CASSANDRA

Oke ....
See you.
Waalaikumsalam. 


CUT TO :


ADEN

(tersenyum meletakkan ponselnya)

Kenapa gue seneng banget denger suara dia?


CUT TO :


7. INT. RUTAN - SIANG 


TARA

Rasanya seneng lihat dia bahagia.
Tapi mungkin bisa lebih seneng lagi kalau orang yang selalu dia rindu itu Tara.


PAK IVAN

(terenyak melihat Tara)

Kamu jadi laki-laki jangan cengeng begitu.


Tara tersentak melihat Pak Ivan.


PAK IVAN

Kalau suka ya bilang.
Kalu ditolak cari yang lain.
Jangan memendam perasaan sendirian.


TARA

(memikirkannya)

Itulah masalahnya, Pa.
Dia udah sering nolak Tara.
Dia selalu anggap itu bercanda.


Pak Ivan tidak habis pikir.


TARA

(melihat sekeliling sebentar)

Tara jadi curhat kan, Pa.


PAK IVAN

(tersenyum)

Sebentar lagi kamu bisa curhat dengan leluasa.


TARA

(tersenyum)

Tara udah nggak sabar mau ngajak papa jalan-jalan.


PAK IVAN

Dan papa juga udah nggak sabar lihat calon menantu papa itu.


Tara tersentak, tapi tersenyum menanggapinya. 


CUT TO :


8. INT. RUMAH KELUARGA PAK RAJA - SIANG


PUTRI

(berbicara di telepon)

Oh iya ... gue inget kok.

(jeda)

Gimana kabar lo?

(jeda)

Baik juga.

(jeda)

Sekarang??

(jeda)

Emm ... boleh.

(jeda)

Nggak kok.


CUT TO :


9. EXT. KOTA TUA - SORE

Putri berjalan sendirian sambil melihat suasana sekitar. Dia lalu menghentikan langkah saat melihat bayangan seseorang yang ada di belakangnya.

Putri berbalik, lalu tersenyum melihat Amel.


CUT TO :


10. INT. CAFE - SIANG

Putri dan Amel sedang makan bersama.


AMEL

Jadi gue minta nomor lo dari Tara.


Putri mengangguk mengerti, sambil makan es krim.


AMEL

Selama ini gue nggak peduliin nasehat orang tua gue buat mulai usaha sendiri.
Gue malah sibuk hura-hura nggak jelas.
Andai aja gue sadar dari dulu ....
Mungkin gue nggak akan sekacau ini sekarang.


PUTRI

(terenyak mendengarnya)

Kadang sesuatu baru terasa sangat berharga saat dia udah pergi.


AMEL

(tersenyum melihat Putri)

Dalem banget kayaknya?


Putri tersentak.


AMEL

Emang lo pernah kehilangan juga?
Lo bahkan punya segalanya tanpa harus bekerja keras kayak gue.


PUTRI

Sesuatu itu bukan cuma materi ....


AMEL

Trus apa?


PUTRI

Bisa jadi orang yang kita sayang.


AMEL

Aden?


Putri tersentak lagi melihat Amel.


AMEL

Lo pasti sedih karna selama ini harus LDR-an sama dia, kan?


PUTRI

(manyun, lalu makan)

Kenapa lo bisa tau?


AMEL

(tersenyum, lalu makan)

Iya lah.
Oh iya. 
Cassandra juga ke Singapore, kan?


PUTRI

(tersentak)

Iya.


AMEL

Kalo cuma nge-band aja ....
Kenapa harus jauh-jauh ke Singapore?
Aneh nggak sih?


PUTRI

(kembali melihat Amel)

Apanya yang aneh?


AMEL

Aden juga ke Singapore.
Apa lo nggak ngerasa aneh sama mereka?


PUTRI

(tersentak)

Maksud lo?


AMEL

Orang yang pernah digosipin suka sama Aden ....
Tiba-tiba aja tinggal di negara yang sama dalam waktu yang cukup lama.


PUTRI

Gosip apa maksud lo?


AMEL

Dulu kan ....
Waktu masih SMA, pernah ada gosip Cassandra suka sama Aden.
Waktu itu lo belum pindah ke sekolah kita.


Putri terenyak memikirkannya.


AMEL

Denger-denger sih ....
Sandra buatin lagu buat Aden.
Anak-anak liat liriknya.
Tapi Sandra nggak mau ngaku.
Padahal udah jelas ada yang liat nama Aden di situ.


PUTRI

(masih tidak bisa percaya melihat Amel)

Aden tau?


AMEL

Ya tau lah.
Semua orang juga tau.


Putri terenyak sedih memikirkannya.


CUT TO :

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)