Cuplikan Chapter ini
Suasana ruang tamu itu mendadak terasa hampa meskipun Arian baru saja menjatuhkan bom kebenaran yang seharusnya melegakan Nazharina tidak berlari ke pelukan Arian Sebaliknya ia melangkah mundur kakinya terasa lemas hingga ia harus berpegangan pada pinggiran sofa Wajahnya yang semula sembab kini berubah pucat pasi seolah baru saja melihat hantu dari masa laluNggak Kak nggak kayak gini bisik Nazharina Suaranya pecah nyaris tak terdengar di antara sisa isak tangisnyaArian menger