Cuplikan Chapter ini
Nazharina berdiri di depan mesin kopi Tangannya gemetar sedikit saat mengambil cangkir Ketika Arian muncul dari balik pintu bahunya refleks menegangArian berhenti di ambang pintu Mereka saling menatap Sunyi Hanya terdengar suara mesin kopi dan detak jantung yang tak tentu arahSelamat pagi ucap Nazharina akhirnya tanpa menatap langsungPagi jawab Arian pelanIa ingin bicara tapi lidahnya kelu Nazharina mengangguk singkat hendak melangkah pergi tapi Arian memanggil pelan Nazh