Cuplikan Chapter ini
Pagi itu pendar surya menyelinap lembut melalui celah tirai di kantor General Manager Hotel Velaris Nazharina terpaku di depan layar laptop jemarinya menari di atas papan ketik guna menuntaskan laporan akhir pekan yang baru saja ia rampungkan Namun kelopak matanya terasa seberat timah dan sejak semalam sensasi tak nyaman terus mengaduk perutnya Ia sempat terjaga pukul tiga dini hari karena rasa mual yang mendesak namun ia hanya berasumsi bahwa itu akibat salah makanNazh ini berkas