Cuplikan Chapter ini
Nazharina sampai di rumah dengan tubuh yang terasa nyaris lumpuh Begitu pintu tertutup ia merosot ke lantai Tangis yang sedari tadi ia tahan di depan kamera kini meledak begitu hebat hingga tubuhnya terguncangLidya dan Anindita segera berlari menghampiri memeluk Nazharina yang bersimbah air mata Mereka yang menonton konferensi pers itu lewat siaran langsung merasa hati mereka ikut hancurNon kenapa ngomong gitu bisik Anindita sambil terisak Kenapa Non malah nyalahin diri sendiri