Cuplikan Chapter ini
Cahaya di dalam kamar itu masih temaram sementara tirai yang tertutup rapat memisahkan mereka dari kebisingan kota yang mulai terlelapNazharina berbaring membelakangi Arian membiarkan rambut hitamnya terurai berantakan di atas bantal Selimut hanya menutupi sebagian tubuhnya yang masih berusaha menetralkan sensasi luar biasa yang baru saja ia alamiArian mengangkat tangannya lalu menyentuh tulang belikat Nazharina dengan ujung jari Hanya sentuhan ringan seolah ia sedang memastikan bahwa