Cuplikan Chapter ini
Pagi itu hujan baru saja reda menyisakan embun yang menggelayut malas di dedaunan Udara terasa dingin dan basah namun suasana di teras rumah Nazharina justru terasa kontrasbegitu hangat seolah sisa-sisa kedekatan semalam enggan menguap begitu sajaNazharina berdiri memeluk tubuhnya sendiri rambutnya dikuncir asal menatap Arian yang sudah bersiap di samping mobil hitamnyaKamu yakin nggak mau sarapan dulu tanya Nazharina pelanArian menggeleng tipis Aku harus cepet sampai di ka