Cuplikan Chapter ini
Di bawah temaram lampu kamar segalanya terasa begitu intens Arian menatap Nazharina seolah wanita itu adalah satu-satunya realitas yang ia miliki Malam itu mereka tidak lagi sekadar berbagi keintimanmereka sedang mengejar waktu sepuluh tahun yang sempat hilangNazharina membiarkan logikanya menyerah membiarkan tubuhnya mengkhianati setiap janji untuk menjauh yang pernah ia buatLiat aku bisik Arian menangkup wajah Nazharina agar mata mereka bertemuDi sana Nazharina melihat segalan