Cuplikan Chapter ini
Arian menatap layar ponselnya yang gelap Sudah tiga kali ia coba menghubungi Nazharina Tidak aktifAneh gumamnya Biasanya dia selalu balas cepetRasa cemas menyelinap Ia langsung bangkit dari kursi kerjanya dan meraih jaketTak sampai setengah jam ia sudah berdiri di depan rumah tua berwarna putih pudar iturumah lama Nazharina sebelum ia diadopsi keluarganya Rumah itu masih berdiri walau sudah usang Seperti menyimpan semua kenangan masa kecil perempuan ituArian mengetuk pintu berka