Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi menyelinap melalui celah gorden membangunkan Nazharina dengan sentuhan hangat yang lembut Ia menggeliat pelan merasakan lengan kokoh Arian masih melingkar posesif di pinggangnyaSemalam meski tanpa kesenangan yang ia godakan tidur mereka terasa jauh lebih dekat Seolah-olah dua kepingan puzzle yang sempat hilang akhirnya menemukan tempat kembaliNazharina tersenyum menyentuh lengan Arian yang berurat Pria itu masih terlelap dengan napas yang teratur Saat ia mencoba men