Cuplikan Chapter ini
Cahaya matahari jatuh lembut di genteng rumah ketika Adam duduk sendirian di tempat favoritnya sejak kecil Udara pagi masih menyisakan dingin tipis semalam bercampur aroma tanah lembap dari halaman belakang yang baru disiram tetangga sebelah Dari kejauhan terdengar suara pedagang sayur menawarkan dagangan dengan nada panjang yang familiar diselingi suara burung gereja yang hinggap di kabel listrik depan rumahDulu tempat ini selalu terasa aman bagi AdamGenteng rumah mereka tidak terlalu