Cuplikan Chapter ini
Rumah itu akhirnya kembali sepiTidak benar-benar sepikarena masih ada suara kipas angin tua yang berdecit pelan di ruang tengah suara motor lewat dari jalan depan rumah juga sesekali bunyi sendok beradu dari dapur tetangga Tetapi setelah beberapa hari dipenuhi pelayat doa sandal berserakan di teras dan orang-orang yang datang membawa ucapan belasungkawa kesunyian rumah mereka kini terasa jauh lebih kerasKesunyian yang menetapCahaya matahari masuk dari sela tirai ruang makan jatuh