Cuplikan Chapter ini
Cahaya sore jatuh miring melewati jendela ruang makan membentuk garis panjang berwarna keemasan di lantai keramik yang mulai kusam dimakan waktu Dari luar rumah terdengar suara anak-anak bermain sepeda di gang kompleks sesekali diselingi suara ibu-ibu memanggil anaknya mandi sebelum magrib Aroma gorengan dari warung depan gang ikut terbawa angin tipis yang masuk melalui ventilasi dapurRumah itu masih berdiri seperti biasaTetapi kini semua terasa seperti sedang menunggu sesuatu yang tida