Cuplikan Chapter ini
Garis pertama tidak pernah benar-benar lurus tapi Adam tetap menariknya pelan seolah ketidaksempurnaan itu memang bagian dari yang ia cari Pensilnya bergerak tanpa suara hanya sesekali berhenti untuk menyesuaikan tekanan lalu kembali berjalan dengan ritme yang sudah ia kenal sejak lamaDi luar kelas cahaya jatuh dari sisi jendela dengan sudut yang tidak lagi tegak Meja kayu memantulkan warna hangat dan suara dari koridor mulai berkurangbukan sepi tapi cukup jauh untuk tidak menggang