Cuplikan Chapter ini
Rumah sakit selalu punya aroma yang sulit dijelaskanBukan hanya bau obat atau cairan pembersih lantaiAda sesuatu yang lainSesuatu yang dinginSeolah setiap dinding menyimpan kecemasan orang-orang yang pernah menunggu di sanaAdam duduk di kursi ruang tunggu dengan tubuh sedikit membungkuk Tangannya saling menggenggam di depan lutut Lampu putih di lorong membuat wajah siapa pun terlihat lebih pucat dari biasanyaDi sebelahnya Milan tertidur sambil menyandarkan kepala ke bahunyaTas sekol