Cuplikan Chapter ini
Lorong rumah sakit itu terlalu dingin untuk pagi yang baru saja datang Cahaya matahari masuk tipis melalui jendela panjang di ujung koridor memantul pucat di lantai keramik yang mengilap Suara roda ranjang pasien sesekali lewat disusul langkah cepat perawat dan bunyi sandal karet yang bergesekan dengan lantai Di dekat ruang tunggu mesin dispenser air berdengung pelan tanpa henti seperti suara yang terus ada bahkan ketika tidak benar-benar didengarAdam duduk membungkuk di kursi plastik