Cuplikan Chapter ini
Aroma santan biasanya datang dengan cara yang tidak pernah salah Ia tidak keras tidak tajam tapi mengisi ruang perlahanmengendap di sudut-sudut rumah menempel di dinding di kain bahkan di udara yang bergerak pelan Pagi itu aroma itu kembali hadirTidak seperti hari-hari biasaLebih kuatLebih dalamSeperti sedang mencoba mengatakan sesuatuAdam terbangun bukan karena suaraTapi karena aromaIa membuka mata masih setengah sadar Cahaya masuk dari celah jendela lembut belum terlalu