Cuplikan Chapter ini
Sinar matahari pagi yang pucat menembus celah-celah atap balai desa yang sudah hancur Radit mengerang pelan merasakan seluruh persendiannya kaku dan nyeri Dia mencoba bangkit namun tubuhnya terasa seperti baru saja dihantam truk Dengan sisa tenaga yang ada dia menyeret dirinya ke tengah area balai desaTempat itu sudah tidak lagi terasa mistis Tanah yang tadinya berpendar merah darah kini hanyalah tanah gersang yang penuh dengan abu dan sisa-sisa kayu lapukKirana Radit memanggil sua