Cuplikan Chapter ini
Kirana berhenti di depan pintu loteng Dengan menggunakan lampu senter ponselnya dia memeriksa gembok besi yang menggantung di sana Gembok itu berkarat tebal diselimuti oleh jaring laba-laba yang utuh dan debu yang tebal Untuk menyentuhnya pun rasanya enggan Kirana menatap gembok itu sekian waktu menimbang langkah apa yang akan diambil saat iniJika ada manusia yang melewati pintu ini baru-baru saja jaring laba-laba ini pasti sudah rusak Gembok ini tidak pernah disentuh selama bertah