Cuplikan Chapter ini
Pukul delapan pagi matahari luar jendela bersinar begitu benderang namun bagi Kirana ruangan itu tidak pernah benar-benar terang lagi Dia berdiri di depan wastafel kamar mandi yang lampunya sengaja dia matikan Dia hanya mengandalkan bias cahaya matahari yang menyelinap masuk dari ventilasi Di tangan kanannya ada sebotol liquid foundation berdaya tutup tinggi dan sebuah spons kosmetikKirana mendongak menatap kaca datar di atas wastafel yang kini sudah bersih dari embun semalamDi atas