Cuplikan Chapter ini
Ketika malam benar-benar merebut seluruh sisa cahaya senja Kirana akhirnya berhasil menggerakkan lumpuh pada tubuhnya Dia menerjang sakelar lampu di dekat pintu Begitu cahaya kuning benderang kembali membanjiri kamar sosok anak kecil di dalam cermin lenyap seketika Lalu yang tersisa hanyalah pantulan kamarnya yang berantakan dan wajahnya sendiri yang pias basah oleh keringat dinginKirana merosot di lantai tegel yang dingin memeluk kedua lututnya yang gemetar Napasnya masih satu-satu