Cuplikan Chapter ini
Radit mencengkeram kemudi mobilnya dengan erat sepanjang perjalanan dari pusat kota Yogyakarta kembali menuju Bantul Pikirannya kalut Sejak pengusiran histeris dua malam lalu perasaannya tidak pernah tenangKirana yang dia kenal adalah wanita yang logis dan selalu terkendali bukan sosok penuh histeria yang tega membanting pintu di depan wajahnya Pagi ini setelah mendengar kabar samar dari rekan sekantor Kirana bahwa akun sistem agensinya ditangguhkan akibat dugaan aktivitas janggal Ra