Cuplikan Chapter ini
Kirana segera menendang pecahan kaca itu ke bawah lemari kayu sebelum Radit sempat melangkah masuk ke dalam rumah Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia merasa nyeri di tulang rusuknya Napasnya tersengal dan aroma manis bedak bayi yang mencekik itu masih tertinggal tipis di udara meski ia sudah mencoba mengibaskan tangannya berkali-kaliCklekPintu terbuka Radit masuk dengan senyuman hangat membawa kantong kertas berisi bahan makanan Na Aku pulang Tadi di jalan sempat mampir ke