Cuplikan Chapter ini
Mereka telah berbagi tempat dengan sangat adil Kirana memegang kendali penuh di bawah terang matahari dunia nyata sementara Kiki duduk dengan manis di dalam kegelapan pikiran menunggu giliran malam tiba untuk kembali bermain bersamaTiga minggu berlalu sejak malam mencekam di Bantul Ruang perawatan psikiatri itu kini terasa lebih tenang Jendela besar di sudut ruangan membiarkan cahaya matahari pagi kota Yogyakarta masuk dengan bebas menyinari ranjang tempat Kirana duduk dengan tenang