Cuplikan Chapter ini
Bibir hitam gadis kecil di dalam cermin itu bergerak meliuk membentuk sebuah kata tanpa suara yang bergema langsung di dalam tempurung kepala Kirana dengan nada yang dingin dan menuntutSakit KakakBersamaan dengan bisikan itu rasa sakit di kepala Kirana meledak ke tingkat yang tidak tertahankan Rasanya seolah-olah otaknya sedang dibelah oleh sebilah kapak esKilasan memori kelam yang tadinya hanya berupa potongan abstrak kini terhampar luas seperti sebuah film berdarah di depan ma