Cuplikan Chapter ini
Radit tidak menyerah Dia memejamkan mata rapat-rapat mengabaikan hawa dingin yang mulai membekukan ujung-ujung jarinya Dia memaksakan diri mengingat satu hal paling mendasar yang membedakan dunia ini dari dunianya rasa sakitJika aku bisa merasakan sakit aku masih hidup pikirnyaDengan satu gerakan nekat Radit menggigit lidahnya sendiri hingga darah segar menggenang di mulutnya Rasa amis dan tajam itu menyengat syarafnya memutus aliran hipnosis yang dihasilkan oleh aroma bedak bayi y