Cuplikan Chapter ini
Radit tidak memedulikan nyeri di dadanya Dia memaksakan diri berdiri menyambar jaket dan senter di atas gantungan lalu menerjang keluar rumah Hutan pinus di belakang rumah mereka adalah kawasan yang curam dan jarang terjamah Di tengah gerimis yang kembali turun siluet Kirana tampak seperti bayangan hitam yang menari-nari di antara batang-batang pohon yang menjulang tinggi dan rapatKirana Berhenti teriak Radit Suaranya pecah ditelan oleh desau angin yang bergesekan dengan pucuk-pucu