Cuplikan Chapter ini
Ego perfeksionisnya yang selama ini dia agungkan kini telah hancur lebur oleh rasa bersalah yang masif Kariernya reputasinya masa depannyasemuanya mendadak terasa tidak ada artinya lagi dibandingkan dengan nyawa adiknya yang telah dia korbankan demi keselamatan dirinya sendiriKiki tersenyum manis sebuah senyuman anak-anak yang tulus namun terasa janggal karena sepasang mata hitam legamnya yang tak berdasarBiarkan Kiki keluar Kakak pinjamkan tubuh Kakak sebentar saja lagi Kita bis