Cuplikan Chapter ini
Suara alarm darurat bergema memekakkan telinga bersahutan dengan jeritan-jeritan histeris dari luar kubus kaca ruang kerja Kirana Udara di dalam ruangan mendadak berubah menjadi dingin yang menusuk tulang membawa serta aroma manis bedak bayi yang bercampur dengan bau karat darahRadit terhuyung mundur punggungnya membentur rak arsip hingga beberapa folder dokumen berjatuhan ke lantai Matanya terbelalak menatap dahi Kirana Tanda teratai hitam itu tidak lagi sekadar bercahaya garis-garis