Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
MUSKIL (Script)
Suka
Favorit
Bagikan
6. Sore Turut Berduka


INT. KAMAR RANDU — SORE

Cast: RANDU

FADE IN

Randu tiba di apartemennya, ia masuk ke kamarnya, meletakkan barang-barang yang tadi dia bawa pulang dari kantor. Randu membuka tempat barang-barang itu, tapi hanya satu barang yang ia keluarkan. Photonya bersama Chata.

RANDU (VO)

Aku bersyukur bisa terus kuat sampai sekarang, walaupun berat melewatinya. Bahkan perih itu masih ada. Aku tidak punya banyak hal yang tersisa hidupku.
Dialah yang melindungi dan membangkitkanku, menyingkirkan perih dan kelam masa lalu. Merangkulku, terus jalani hidup sesuai kemampuan. Aku akan berusaha sekuatku.

Randu meletakkan photo itu pada sebuah meja di samping cermin.

Suara teriakan tiba tiba memekak kencang di telinga Randu.

(V.O)

"Pergi dari dia!"

Suara itu terdengar sangat keras di kepala Randu.

Randu menekan telinganya dengan dua tangan.

RANDU

Diaaam!!!

Randu berteriak kencang membalas suara itu, ia masih menekan telinganya sampai posisi tubuhnya berlutut hingga terjatuh. Randu meringkuk di lantai, menempel pada sudut tempat tidur sambil masih menutup telinganya.

Sebuah pesan singkat dari Chata masuk ke handphone Randu.

CHATA (Pesan)

Istirahat Randu, berpikir seperlunya saja. Sampai bertemu, Sabtu.

Perlahan Randu mencoba sekuat tenaga menenangkan diri dan bangkit. Dia memindahkan posisi tubuhnya ke atas tempat tidur dan terlentang di atas tempat tidur itu.

Dalam posisi terlentang, Randu menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya.

CUT TO


INT. KOST RIANA — MALAM

CAST: RIANA, BU RATRI

FADE IN

Riana kembali ke kamar kostnya. Duduk di sudut tempat tidur. Menarik napas perlahan.

Seakan Randuadhum.

Wajah dan nama itu sedari tadi masih saja mengelilingi kepalanya.

RIANA

Apa ini? Bisa-bisanya aku memikirkan orang yang bahkan gak peduli aku ada.

Dering telepon menyadarkan Riana dari lamunan.

RIANA

Halo selamat sore Bu Ratri.

Ceria sekali Riana menjawab telepon dari ibunya.

BU RATRI

Halo anak cantikku.

RIANA

Riana baru aja pulang kerja Ma.

BU RATRI

Oalah sayang, gimana hari pertama kerjanya? Seneng?

RIANA

Seneng Ma, tadi Riana liputan gitu, ikut wartawan namanya Mas Kharna. Dilajarin susunan video, nulis berita, banyak deh Ma.

BU RATRI

Terus terus...

RATRI antusias mendengarkan cerita anaknya.

RIANA

Mas Kharna juga cerita soal orang-orang kantor. Kayaknya aman sih Ma. Maksudnya orang-orangnya gak ribet. Kalo kata Mas Kharna karena emang dari awal iklim organisasinya di manage supaya fun, Ma.

BU RATRI

Wah bagus dong berarti manajemen perusahaannya?

RIANA

Kalo kata Mas Kharna itu semua karena satu orang. Namanya Mas Randu.

BU RATRI

Siapa itu? Yang punya perusahaan?

RIANA

Bukan Ma. Jadi dia itu salah satu orang yang ngebangun Podspo sejak awal.

BU RATRI

Sudah tua ya?

RIANA

Nggak tua, cuma beda berapa tahun sama Riana. Kalo kata Mas Kharna, Mas Randu udah kerja di Podspo dari umur 16 tahun. Waktu dia masih sekolah. Makanya walopun masih muda, pengaruhnya di kantor besar banget.

BU RATRI

Wah kok keren sekali!

RIANA

Iya Ma. Memang keren orangnya. Eh maksudnya, mmm. Jadi tadi pagi Riana ketemu sama dia. Riana pikir dia yang bakal lajarin Riana. Tapi ternyata dia cuma nyamperin Riana bentar. Bentar banget Ma. Cuma nyebut nama Riana terus pergi. Orangnya tu....

Kalimat Riana terhenti, pikirannya kembali teringat pada pertemuan pertamanya tadi pagi dengan Randu. Wangi tubuh Randu seakan melintas dan tercium segar. Mata Riana terpejam, ditariknya nafas dalam-dalam. Senyum Riana terukir tipis, manis.

BU RATRI

Riana...

Ibu Riana memanggil Riana yang berdiam sedari tadi.

Riana tersadar dari lamunannya.

RIANA

Eh, Iya Ma.

BU RATRI

Orangnya tu...

Ibu Riana mengulang kalimat Riana yang tadi terhenti.

RIANA

Orangnya tu... Mama pernah gak sih, baru ketemu sama seseorang, bener bener sebentar dan Mama kepikiran terus? Ini sampe sekarang Riana masih kepikiran Mas Randu.

Terang Riana dengan malu-malu pada ibunya.

BU RATRI

Waduh. Apa ya itu artinya? Hehe.

Terdengar tawa kecil Ibu Riana.

BU RATRI

Berarti besok-besok makin semangat kerjanya.

RIANA

Nah itu masalahnya Ma. Ternyata tadi hari terakhir Mas Randu kerja disitu. Gak bisa ketemu lagi dong.

BU RATRI

Wealah. Mmm itu Riana cuma antusias karena baru ketemu aja. Besok- besok udah gak kepikiran lagi kok.

RIANA

Ih Mamaa. Baru ini ngerasain sesuka itu. Masa cuma sebentar banget bisa ngeliatnya.

BU RATRI

Sudahlah nak. Kalaupun memang berjodoh, akan kembali dengan cara yang tidak terduga.

RIANA

Iya sih Ma. Tapi kayaknya agak susah deh lupanya. Soalnya, meja yang bakal Riana pake buat kerja. Itu mejanya Mas Randu. Barang-barang dia masih banyak ditinggal disitu.

Riana pesimis dia mampu melupakan Randu.

BU RATRI

Mungkin dia besok masih kembali buat ambil barang-barangnya itu.

RATRI menanggapi dengan santai.

RIANA

Eh iya juga ya Ma. Masa ditinggalin begitu aja semuanya. Banyak soalnya Ma. Ih Mama bener. Pinter banget Mama aku.

Riana kembali ceria.

BU RATRI

Yeee. Emang Mama tu pinter. Emangnya kamu.

RIANA

Dih mama ih. Yaudah Riana mau mandi dulu ya. Daaah Mama. Love you. Kiss kiss kiss!

BU RATRI

Daah sayang. Love you too. Sehat sehat ya Nak.

Ratri menutup telepon.

Riana kembali membayangkan sesuatu.

Ya benar, semoga besok dia kembali untuk mengemas sisa barang-barangnya. Setidaknya agar Riana dapat melihat pesona itu sekali lagi. Seakan Randuadhum.

Sebenarnya Ratri sangat paham apa yang sedang dirasakan anaknya. Persis seperti dulu ketika dia bertemu dengan ayah Riana.

DISSOLVE TO

FLASH BACK

Ayah Riana benar-benar menghipnotis Ratri, sampai-sampai hilang kendali. Menutup pandangan pada saudari.

Ratri terisak mengenang. Mengingat dahulu yang kelam. Air lembut mengalir dari mata menuju rahang. Sore turut berduka menyambut malam.

Ada salah yang tak akan pernah hilang.

Ayah Riana, seseorang yang tidak pernah bisa Riana tatap matanya. Seorang ayah yang tidak pernah mengecup kening putrinya. Seseorang yang belum pernah sekalipun Riana temui. Hingga Riana mampu menghidupi diri sendiri.

Bahkan ketika Riana kecil bertanya,

RIANA KECIL

Mama gapunya photo Papa?

RATRI

Kalau mau liat Papa, tatap mata mama, ada kamu disana, disitulah papa.

DISSOLVE

Ratri meneteskan air mata.

FADE OUT

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar