Cuplikan Chapter ini
Aku tidak akan lari Anindya berseruparau bergema di apartemen yang sepiIa memutar-mutar ponsel di tangannya melihat lagi foto makam dengan bayangan siluet pria kurus yang dikirim Paman Kusuma Dadanya terasa sesak napasnya memburu tidak teratur Setiap sudut rumah terasa kosong dingin seolah Cahya benar-benar membawa seluruh kehangatan bersamanya Anindya melangkah gelisah mondar-mandir di ruang tamuTapi apakah aku benar bisiknya tangannya gemetarPertanyaan itu muncul dari s