Cuplikan Chapter ini
Jangan pergi sendiri Nindy Cahya berteriak pecah mencengkeram erat lengan Anindya Ada ketakutan nyata di matanya yang memohon Makam lama pinggir kota sendiri Ini jebakan Paman Kusuma tahu kita sudah menemukan gudang itu Dia memancingmu ke tempat sepiAnindya membalas genggaman tangan Cahya hatinya teremas melihat raut khawatir di wajah kekasihnya Ia menatap Ayah yang terbaring lemah di ranjang kata K Jauhi masih terukir samar di buku catatan Di sudut Ibu Sari dan Rangga masi