Cuplikan Chapter ini
Bab 12 Galeri Seni dan Email HarapanAnindya terbatuk meraih segelas air dingin di meja nakas dan menenggaknya dengan tergesa-gesa Sensasi cekikan itu mereda menjadi nyeri tumpul yang menjalar dari pangkal leher hingga ke rahangnya Bintik hitam di matanyatirai abu-abu yang selalu menari saat ia tertekanperlahan-lahan mundur memperlihatkan kembali kamar tidurnya yang diselimuti debu dan cahaya sore yang suramLaptopnya terbalik layarnya menghadap lantai Anindya tidak peduli dengan