Cuplikan Chapter ini
Nindy duduk kata Ibu Sari serak dan dingin Matanya menatap Anindya dengan kekecewaan yang menusuk Rangga di samping Ibu hanya diam tatapan matanya kosong ke arah amplop cokelat tebal di meja kopiAnindya dan Cahya masuk suasana rumah terasa mencekam Anindya menarik napas dalam merasakan udara dingin mengisi paru-parunya Rumah ini yang seharusnya menjadi tempat paling aman baginya kini terasa seperti sarang lebah yang siap menyerang Cahya meremas tangannya isyarat agar ia tetap