Cuplikan Chapter ini
Kau berani mengancam adikku Anindya menyambar ponsel Dimas tajam seperti pisau menggetarkan keheningan ruang tengahPaman Kusuma tertawa dingin dari seberang telepon Oh ya Coba saja Tapi jangan lupa Nindya Ada rahasia lain yang terkubur lebih dalam dari yang kau tahu Rahasia yang bisa menghancurkan keluargamu lebih parah lagi Kau pikir kau tahu segalanya Kau belum tahu apa-apaSambungan terputus Anindya menatap ponsel Dimas yang mati dadanya berdebar kencang Ia merasakan Cahya