Cuplikan Chapter ini
Rangga tidak melihat ke arah Anindya atau Cahya Dia hanya melihat Ayah dan Rangga berteriakAyah Jangan berbohong lagi Katakan pada Prof Herman Katakan mengapa Anda selalu menyalahkan Bipolar Anindya dan bukan DirimuAnindya dan Cahya membeku di dekat pintu rahasia Kehadiran Rangga berlumuran darah histeris didampingi seorang profesional medis dari Jakarta bukanlah hal yang pernah dibayangkan Anindya Bukan lagi tentang Rangga yang sinis melainkan Rangga yang hancurProf Herman